"Ness kamu dimana? Aku udah di apart"
"Hah? Terus gak makan bareng?"
"Ya udah, jangan malam-malam"
"Okay bye"
Lana menyuapkan nasi gorengnya. Ia butuh Nessy untuk meluapkan perasaannya yang tertahan. Tapi ia masih ragu karna takut semakin terjebak dalam pikirannya.
Tiga tahun sudah cukup untuk semua. Lana berhak bahagia, ia harus bahagia. Demi ibunya, demi dirinya, demi masa depannya.
Ia sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk lainnya. Karna pertemuan kemarin benar-benar di luar perkiraannya.
Jay yang baru ia kenal setahun terakhir ternyata adalah teman lama Noah sejak mereka kuliah. Lana tidak tahu apa yang akan terjadi jika Jay mengetahui hubungan gelap mereka dulu.
Mungkin kah itu terjadi?
Kalau ya, maka perjuangannya selama tiga tahun ini akan berakhir sia-sia.
Noah memiliki sifat egois yang berlebihan. Bahkan keegoisan ayahnya saja terkalahkan.
Kalau ayahnya mau melepaskan Lana dan ibunya ketika mereka meminta. Berbeda dengan Noah.
Pria itu pemaksa. Noah pasti akan mencarinya untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan.
Lana yakin pria itu akan menemukannya cepat atau lambat. Bukannya ia terlalu percaya diri. Ia yakin karna Noah pasti membutuhkan penjelasannya.
Ting tung.
Lana tersentak dengan suara bell unitnya. Hampir saja ia tersedak. Ia melirik ke arah pintu.
Nessy tidak pernah menekan bell itu untuk memintanya membuka pintu. Lagipula ia membawa kunci cadangannya.
Apa pria bodoh yang sangat ia benci itu sudah menemukan tempat tinggalnya? Setahu Lana ia sudah meminta Jay untuk tidak memberi tahu apapun yang Noah inginkan. Dan Jay sudah berjanji meski pria itu kebingungan.
Apa semudah itu Jay mengkhianatinya? Dengan berat hati Lana menghampiri pintu tersebut. Bell berbunyi sekali lagi. Lana mengambil persediaan masker milik Nessy agar bisa menutupi sebagian wajahnya. Ia menarik nafas dalam-dalam sebelum membuka pintu itu.
Ceklek.
Pria jangkung berstelan formal berdiri di sana. Ia menatap Lana dengan menyipitkan kedua matanya.
"Kamu sakit?"
"Em tidak"
"Kenapa? Kok kaya bingung gitu?"
"Eh gapapa, masuk kak"
"Thanks, Nessa ada kan?"
"Ehm Nessy belum pulang, kakak mau minum apa?"
"Apa aja Lan, yang penting ikhlas" Lana terkekeh.
"Jawaban aneh, bentar ya"
"Okay"
"Ini kak" Lana mendudukkan bokongnya di samping Keenan.
"Wah jeruk peras yah?" Lana mengangguk.
"Seger nih, thanks ya"
"Iya"
"Lo kenapa tadi pake masker?"
"Eh itu, gapapa tadi abis dari luar" Lana menggaruk kepalanya yang tidak gatal, semoga Keenan tidak bertanya lebih.
"Ehm kakak baru pulang kerja?"
"Iya, abis meeting"
"Pantesan masih pake baju formal"
"Iya, tadi meeting nya di kantor klien deket apartmen kalian, jadi gue mampir bentar, sorry gue gak bawa apa-apa"
"Santai aja kak, jangan kaya orang lain gitu"
"coba lo yang jadi sepupu gue ya lan, kalo sama Nessa gue udah di usir karna gak bawa apa-apa" Lana terkejut.
"Masak iya kak? Aku baru tahu Nessy kaya gitu"
"Biasa aja, gak usah kaget gitu, by the way lo ngapain kalo gak ada Nessa?"
"Eng maksudnya?"
"Maksud gue selain jadi model lo kerja apa?"
"Oh, gak ada" Keenan mengangguk-angguk.
"Lo gak pernah nongkrong gitu sama temen-temen lo?"
"Hahaha aku gak punya temen selain Nessy di Jakarta, maksudnya yang bener-bener aku anggap temen cuma Nessy"
"Wow, padahal talent di management Miller kan banyak tuh yang seumuran sama lo, mereka gak asik ya?" Lana terkekeh.
"Aku lebih suka kaya gini kak, tidak terlalu banyak teman, buat aku Nessy aja udah cukup" Keenan terkekeh lagi. Jadi begini tipe wanita idaman Noah? Cantik, manis, gak aneh-aneh, kalem, cocok jadi istri. Bathinnya.
"Ehm Lan, sorry tapi gue sedikit pengen tahu, gak apa kan?"
"Pengen tahu apa kak?"
"Ehm lo sama Noah ada hubungan apa?" Lana terkesiap, tidak menyangka Keenan akan menanyakan itu.
"Ehm cuma temen kak"
"Serius? kalian kelihatan deket banget di pesta kemarin? Noah megangin tangan lo terus lagi"
"Ah itu, i-iya Noah emang kaya gitu kak, tapi kita beneran cuma temen kok" Lana meremas-remas kedua tangannya. Kebiasaannya jika berbohong atau cemas.
"Oh begitu, tapi kayanya Noah nganggap lo lebih deh"
"Maksud kakak?"
"Entahlah, gue cuma ngeliat dari ekspresi dia aja, kayanya dia punya hati sama lo"
"Ehm.. mungkin perasaan kakak aja, dulu aku sama Noah emang deket, tapi itu dulu"
"Gitu ya?" Keenan memperhatikan gadis di sebelahnya. Ia yakin Lana menyimpan sesuatu. Karna tidak mungkin Noah yang ia kenal lama bisa bereaksi berlebihan dengan Lana. Sementara sama mantannya yang lain cuek bebek.
Tapi ia juga tidak mungkin memaksa gadis ini membuka mulutnya.
Ceklek.
"Loh Lan, gue kira lo udah tidur"
"Ness" sapa Keenan.
"Eh elo, katanya gak jadi ke sini"
"Iya gue kira meetingnya masih lama gak taunya cepet, lo darimana baru pulang jam segini? Cewek gak baik pulang malem-malem"
"Ini Jakarta, dan gue udah mau dua puluh empat tahun"
"Tapi lo cewek"
"Trus kenapa kalo cewek? Pacar lo juga cewek tapi gak lo jagain"
"Enak aja, gue jagain dengan baik sok tahu lo"
"Iya lo jagain emang, sambil lo rusak"
"Udah dong kok jadi berantem?" Lana berusaha melerai dua banteng itu.
"Temen lo tuh Lan kasih tahu"
"Apaan sih, lo juga ngapain ke sini malam-malam ke apartmen cewek?"
"Lo kan sepupu gue, emang lo mau dianggap afair sama gue?"
"Gak sudi, sana lo pulang gue mau tidur!"
"Jangan gitu Nes, kak Keenan kan jarang main ke sini, lagian kan dia sepupu kamu"
"Tuh kan Lana aja ngerti, gak sopan lo sama kakak sepupu" Keenan tampak cengenngesan. Ia senang akhirnya ada yang membelanya.
"Gak usah ketawa lo"
"Biarin, mulut-mulut gue! suka-suka gue lah"
Lana yang bingung dengan perang saudara tersebut memilih pergi ke kamarnya. Ia menutup pintu kamar lalu ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah memakai rangkaian skin care malamnya, ia mengganti pakaiannya dengan piama tidur.
Nessy sudah kembali ke kamar dan melepas pakaiannya.
"Kak Keenan udah pulang Ness?"
"Udah gue usir"
"Kok di usir sih?"
"Jadi mau diapakan Lana? Masak gue ajak dia tidur bareng kita di sini, kasurnya jadi sempit, mana badan gede banget kaya hulk"
Lana menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nessy. Ia membaringkan diri di sisi tempat tidur favoritenya.
Nessy tidak tidur, ia duduk di depan laptopnya entah mengerjakan apa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hallo Sugar
Romansa21+ Dua pasang anak muda yang kembali dipertemukan ketika sama-sama sudah dewasa dan mapan. Noah Eldrick Ghozalie, seorang professional photograper ternama, berusaha mengejar kembali mantan kekasihnya yang sekarang menjadi seorang model. Mencari ses...
