Coffee Story BSD siang itu cukup ramai dipadati oleh beberapa pekerja kantoran yang memindahkan kantor mereka sementara ke beberapa coworking space yang disediakan kafe ini. Sementara beberapa karyawannya terlihat sibuk melayani pembeli, sang pemilik kafe terlihat tengah serius di depan laptop.
Mata tajamnya berpindah dari satu sheet excel, ke sheet excel yang lain, hingga tidak menyadari bahwa seorang gadis tengah berdiri di sebelahnya.
"Permisi, kursinya kebetulan penuh. Boleh duduk disini?"
Suara yang sangat familiar di telinga. Dan benar saja, begitu Vino mendongakkan kepala, sosok Caca yang sedang tersenyum memenuhi jangkauan pandangannya.
"Caca? Ko ga bilang mau kesini?"
Dengan sigap, Vino menyingkirkan gelas kopi dan beberapa berkas agar Caca bisa duduk di satu-satunya kursi yang masih tersisa.
"Aku boseenn. Angel lagi liburan ke Bandung. Jadinya aku kesini. Niatnya sih cuma mau minum kopi tapi ternyata ada Ka Vino"
Jodoh emang ga kemana.
"Yaampun minum kopi aja kamu sampe harus ke BSD. Terus udah pesen?"
"Belum. Aku maunya tadi nanya Ka Vino yang rekomended. Tapi kalo boleh sekalian dong buatin. Aku pengen dibuatin langsung sama yang punya"
"Hmmm, yaudah... Kamu suka kopi nya light apa strong? Terus mau yang dingin apa hangat?"
"Aku mau yang light, terus maunya yang ice aja Ka Vino. Terus kalo bisa jangan terlalu manis karena yang buat udah manis banget nanti aku diabetes" Terus, dibuatnya dengan penuh cinta juga.
"Yaampun, geli deh digombalin kamu. Yaudah Ka Vino buatin dulu ya"
Baru saja Vino bangkit, Caca sudah mengekor di belakangnya. Layaknya salah satu owner dari kafe ini, Caca dengan santainya masuk ke ruang produksi dan memperhatikan beberapa karyawan Vino yang terlihat sibuk sementara Vino sendiri sedang menggunakan apron berwarna navy blue.
"Pesanannya atas nama siapa Ka?" Vino yang sudah mengambil sebuah gelas plastik ukuran sedang dan sebuah spidol berpura-pura memasang tampang serius di depan Caca yang tidak bisa menahan senyumnya sedari tadi.
"Atas nama Caca"
"Baik, ditunggu 5 menit ya Ka?"
Sementara Vino terlihat sedang sibuk membuatkan pesanannya, Caca memilih bersandar di dinding memperhatikan Vino yang sangat serius menakar kopi serta susu. Lelaki itu terlihat sangat cakap, tidak rugi dia menghabiskan waktu setahun bekerja di kedai kopi saat kuliah di Swiss.
Di tengah kesibukan Caca mengagumi betapa keren Ka Vino nya saat menuangkan kopi, ia sama sekali tidak menghiraukan tatapan bertanya karyawan-karyawan Vino akan kehadiran seorang gadis di production room yang hanya dikhususkan untuk staff.
"Atas nama Ka Caca? Ini Ice Caramel Breve, salah satu menu baru Coffe Story"
"Ka Caca?" Entah kenapa Kacaca terdengar keren saat diucapkan oleh Vino.
"Hahaha, Dek Caca ding yang bener. Gimana, enak ga?"
"Enak" Bahkan Caca baru memasukkan sedotan ke mulutnya.
"Manis ga?"
"Manis" Sekarang Caca baru akan menyedot Ice Coffenya.
"Kasi tanggapan dong"
"Sempurna Kaa" Kaya kamu.
"Ah, ga bisa dipercaya nih ahaha"
"Beneran enak banget. Nih bayarannya" Caca menyelipkan selembar 10 ribuan ke saku kemeja Vino yang ada di balik apronnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
To The Imperfect You [END]
FanfictionShani Indira Natio, Indonesia Next top Artist, model favorit Vogue, salah satu model Next Face Asia, Brand Ambassador make up ternama untuk Indonesia dan baru-baru ini merambah ke dunia cinema mengejutkan dunia dengan unggahan dalam akun Instagram p...
![To The Imperfect You [END]](https://img.wattpad.com/cover/194018502-64-k87573.jpg)