wedding preparation

3.2K 188 97
                                        

Selama dua hari mereka berdua di Yogya diisi dengan pertemuan keluarga Shani dan juga Vino. Dan karena campur tangan banyak kepala, hal-hal yang semula Vino kira simple dalam menyiapkan suatu pernikahan menjadi sangat memusingkan. Mulai dari konsep acara yang berbeda serta keinginan Mama Vino, Mama Shani, serta Shaninya sendiri yang sangat banyak. Jadilah dia hanya bisa mengekor ketika menemani Mamanya dan Mama Shani membeli kain untuk seragam pernikahan. Dirinya sangat bosan sedari tadi, sedangkan calon istrinya malah sudah kembali ke Jakarta karena kepadatan jadwal promosi filmnya yang tidak bisa diganggu gugat.

Shani

Yang, masih nemenin Mama mama belanja? Aku baru habis dari XXI Margo ini, sekarang mau ke Senayan City.

Vino

Masih, sumpah aku bosen banget ☹️

Shani

Semangat ya hubby, maaf ga bisa nemenin ☹️

Vino

Mama borong satu toko nih kayaknya, tabungan kita bakalan abis 😱

Shani

Hahaha, gapapa yang penting mereka bahagia. Jangan lupa makan By. Miss you :*

Shani masih betah tersenyum memandang chatroomnya dengan Vino, membayangkan bagaimana bosannya sang kekasih menemani dua wanita kesayangan mereka berbelanja. Vino memang tinggal di Yogya selama beberapa hari untuk mengurus keperluan pernikahan. Sementara dirinya yang sudah mulai dipadatkan dengan jadwal promo film dengan berat hati harus terbang ke Jakarta lebih dulu. Padahal Shani sangat excited mempersiapkan pernikahannya. Dia malah masih meluangkan waktu untuk mencari EO terbaik, desain kartu undangan, bahkan desain pakaian untuk nanti mereka gunakan. Bagaimana tidak, ini adalah moment yang sangat dia tunggu-tunggu dan hanya terjadi sekali seumur hidupnya. Bagaimana mungkin dia tidak mempersiapkannya dengan maksimal?

Akhirnya Shani memilih untuk menghubungi Sang Mama saat kendaraannya melaju dari Depok menuju Jakarta.

"Assalamualaikum Mah"

"Walaikumsalam Adek, kenapa nelpon? Lagi ga sibuk ya?"

"Iya ini Adek lagi pindah lokasi promo film Ma.. Mama sama Bunda masih belanja? Katanya Vino Mama sama Bunda lagi borong satu toko ya?"

"Borong gimana ini aja masih banyak kurangnya Sayang, nanti mau pindah toko"

"Maahh... Jangan lama lama belanjanya, kasian Vino nya bosen"

Mama Henni langsung melirik calon menantunya yang benar-benar terlihat kebosanan di sofa. Padahal sedari tadi dia bertanya apakah Vino bosan, dan menyuruhnya untuk nongkrong di kafe depan sementara mereka berbelanja. Namun lelaki itu menolak.

"Iya itu calon suami kamu udah Mama bilangin tinggal aja, tapi tetep aja mau nunggu. Tapi emang udah 5 jam sih ini. Besok aja Mama balik sama Papa. Adek jangan lupa makan, jangan kecapean"

**

"Rachel, lain kali aku ga usah di jemput gapapa kok"

Vino mengikuti langkah Rachel menuju pick up point terminal 3. Dia baru saja kembali dari Jogja dan ketika mengaktifkan handphone langsung mendapat pesan dari Rachel yang sudah menjemputnya. Shani memang terkadang terlalu memanjakan Vino.

"Gapapa Mas Vino, aku diminta Shani nganter Mas Vino ke Kokas juga, katanya ada yang mau dibicarain. Juga diminta diskusin konsep yang kemarin Shani udah coba susun."

"Padahal aku ga mesti dijemput tiap hari ke Gambir, atau ke Bandara Hel, terus ga harus dikirimin makan siang setiap di Jakarta. Dia yang udah sibuk jadi makin sibuk"

To The Imperfect You [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang