Caca POV
Merasa pengganggu dan tak diinginkan sudah aku rasakan sejak duduk di bangku SMP. Sejak Papi memutuskan untuk melupakan Mami dan menikah dengan sahabat karib Mami, aku sudah merasa bahwa pendapatku pun sama sekali tak diperhitungkan. Begitu pun saat letter of acceptance dari Commonwealth Private School diulurkan Papi kepadaku, langsung tertanam di otakku bahwa Papi tak mau aku ada disini lagi. Kenapa Caca harus dikirim ke Amerika Pi? Padahal yang aku butuh itu Papi saat Mami sudah pergi.
Dan semenjak itu ratusan panggilan dari orang yang mengaku 'keluarga' tak pernah ku pedulikan, kecuali satu orang yang memang menolak penyatuan dua keluarga ini, sama denganku, Gita.
Aku gatau rasanya dianggap berharga, diperhatikan, bahkan dipedulikan. Bahkan ga ada orang yang bisa aku ceritakan mengenai mimpi-mimpi kecil yang ingin aku raih. Aku bahkan tidak berniat sama sekali mencari perhatian Papi, semakin tidak berkomunikasi semakin baik.
Tapi semenjak Om Vino itu hadir di kehidupanku, perlahan aku merasa ada harganya. Khas manusia tua pada umumnya, Ka Vino selalu ingin tau. Bagaimana keluargaku, bagaimana perasaanku, dan apa keinginanku. Jika dia Christy, aku mungkin akan langsung membungkam mulutnya dan pergi meninggalkan kamarku karena dia kebanyakan bertanya. Aku merasa aman bercerita dengan Ka Vino, karena toh dia orang asing di hidupku.
Aku suka ketika dia mendengarkan ceritaku, dengan matanya yang tajam seakan begitu memintaku untuk melanjutkan cerita. Aku suka small gesture yang dia perlihatkan seakan aku berharga hadir di dunia. Aku suka ia yang selalu menuruti apapun keinginanku, bahkan hal sulit seperti mengaku kakakku agar dapat hadir ke pertemuan wali.
Dari kejadian itu juga muncul mimpiku untuk menembus Harvard. Ka Vino bilang dia malu karena aku ranking terakhir, maka akan kubuat dia bangga saat mengantarkanku hari pertama kuliah di Harvard.
Ketika aku mengungkapkan keinginan itu pada orang-orang, Wali Kelasku melongo, Christy memuntahkan corn flakesnya, dan Gita tak berhenti tertawa selama 15 menit. Tapi Ka Vino malah mengelus kepalaku, dan bilang mungkin jika belajar dari sekarang belum terlambat. Sesederhana itu mimpiku, dan sesederhana itu pula tanggapannya. Juga sesederhana itu aku menyukainya.
End of POV
"Udah nganterin Chika nya?"
Begitu Vino masuk kembali ke dalam kamarnya, ia mendapati Shani sudah berganti pakaian dan sedang mengeringkan rambut.
"Udah, maaf ya lama. Mesti anter Caca sampai stasiun bus soalnya"
"Cieh Caca, panggilan kesayangan ya?" Shani terlihat menggoda, geli sendiri melihat suaminya disukai oleh anak SMA.
Shani sadar ko jika Chika menyukai Vino. Itu bahkan terlihat kentara saat gadis itu memandang Vino, atau saat Vino berinisiatif mengantarnya. Tapi itu malah membuat ia semakin ingin menggoda Chika. Shani sama sekali tidak cemburu, karena baginya Chika bukanlah seorang lawan yang patut diperhitungkan. Di umur mereka sekarang, apalagi dengan Vino yang sudah begitu dewasa ia merasa tidak perlu lagi memikirkan gangguan dari anak SMA yang bahkan lebih sering merepotkan suaminya daripada membuat Vino nyaman. Daripada memikirkan Chika, ia lebih curiga dengan teman-teman Vino sesama mahasiswa Harvard.
"Shann"
"Bener kann" Shani duduk di pangkuan Vino dan mulai melingkarkan tangannya. Mencium wangi parfum Vino saja mampu membuat Shani benar-benar gila. "Jadi kamu disini sukanya sama anak SMA? Nakal ya" Shani sengaja berbisik di telinga Vino, dengan sengaja menggoda sang suami.
"Aku lebih suka sama model sih sayangnya Beb" Vino dengan cepat membalikkan tubuh Shani dan membuat gadis itu tidak bisa berkutik di bawah kungkungan tubuh tegap Vino. Mata mereka berdua benar-benar memancarkan nafsu yang tidak tertahankan lagi. Dua bulan tanpa kontak fisik jujur sangat menyiksa keduanya. Sehingga ketika kesempatan seperti ini tiba, mereka tidak akan menyia nyiakannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
To The Imperfect You [END]
FanficShani Indira Natio, Indonesia Next top Artist, model favorit Vogue, salah satu model Next Face Asia, Brand Ambassador make up ternama untuk Indonesia dan baru-baru ini merambah ke dunia cinema mengejutkan dunia dengan unggahan dalam akun Instagram p...
![To The Imperfect You [END]](https://img.wattpad.com/cover/194018502-64-k87573.jpg)