Pagi ini Seokjin sudah siap dengan seragam sekolahnya. Tampaknya Seokjin sudah melupakan kejadian tadi meskipun ia masih terlihat sedih sedikit.
" wah Seokjin tampan sekali, " puji Shin ahjumma yang membuat Seokjin mengembangkan senyumnya senang. Bahkan Yoongi juga ikut tersenyum melihat Seokjin yang bahagia seperti itu. Yoongi tidak pernah melihat Seokjin sebahagia ini.
" Seokjin jangan sedih lagi ya, " ucap Shin ahjumma tanpa sadar yang membuat Yoongi mengernyitkan dahi nya bingung.
" sedih kenapa ahjumma? " tanya Yoongi. Shin ahjumma yang baru tersadar dengan ucapannya langsung buru buru mencari alasan.
" ah tidak ada apa apa kok Yoongi, maksud ahjumma agar Seokjin jangan bersedih lagi, kan Seokjin sudah sekolah jadi tidak kesepian lagi, " ucap Shin ahjumma.
Untungnya Yoongi percaya dengan alasan Shin ahjumma. Shin ahjumma dan Seokjin yang melihat Yoongi percaya menghembuskan nafasnya lega.
" ya sudah, kita berangkat sekarang saja bagaimana? " tanya Yoongi dan di angguki oleh Seokjin.
" ahjumma, Jin pamit pergi ke sekolah dulu ya dengan Yoongi hyung, " ucap Jin. Shin ahjumma yang mendengar itu tersenyum dan mengusap lembut surai Jin sekilas.
" ya sudah, kalian berangkatlah, nanti kalian telat, " ucap Shin ahjumma. Seokjin dan Yoongi mengangguk bersamaan.
" ayo Jin kita berangkat, " Jin mengangguk.
" bye ahjumma, Jin berangkat dulu ya dengan Yoongi hyung, " Shin ahjumma tersenyum dan mengangguk sekilas. Setelah berpamitan dengan Shin ahjumma, Yoongi dan Seokjin langsung masuk ke mobil menuju sekolah Seokjin.
Selama di perjalanan, Yoongi dan Seokjin saling bercerita.
" apa kau senang Jin? " tanya Yoongi yang masih fokus pada jalanan. Seokjin mengangguk semangat mendengar pertanyaan Yoongi.
" sangat hyung, dari kecil Seokjin sangat ingin sekolah dan akhirnya Seokjin bisa sekolah juga, " cerita Seokjin antusias. Yoongi yang mendengarnya tersenyum senang. Tak terasa perjalanan mereka sangat singkat karena diselingi dengan obrolan.
" apa kau takut jika hyung tinggal? Apa kau ingin hyung temani kau masuk ke dalam? " tawar Yoongi. Yoongi tidak keberatan jika ia harus mengantar Seokjin ke dalam kelasnya. Seokjin yang mendengar ucapan Yoongi langsung cepat cepat menggeleng.
" tidak usah hyung, Seokjin sudah besar, jadi tidak perlu di temani. "
" baiklah, kalau begitu kau masuklah, " Seokjin mengangguk dan langsung turun dari mobil Yoongi.
Setelah Seokjin turun, Yoongi tidak langsung pergi, ia memastikan Seokjin masuk ke dalam sekolahnya dengan aman. Setelah dirasanya Seokjin sudah masuk, Yoongi baru menancapkan gasnya. Saat di kelas, Seokjin terlihat sangat asing dengan suasana barunya. Ia tidak kenal satu pun orang disana, sampai ada satu guru yang mendekatinya.
" hai, apa kau Kim Seokjin? " tanya guru tersebut. Seokjin mengangguk malu. Guru tersebut terlihat gemas dengan Seokjin.
" tidak usah malu malu begitu, ayo masuk, kau bisa memanggilku Song saem, mengerti? " Seokjin mengangguk. Song saem langsung mengajak Seokjin masuk ke dalam kelas.
" pagi semuanya, " sapa Song saem.
" pagi saem! " teriak para murid semangat.
" hari ini kalian mempunyai teman baru, ayo perkenalkan dirimu Seokjin, " Seokjin terlihat malu tapi ia tetap menganggukkan kepalanya.
" annyeong semua, perkenalkan nama saya Kim Seokjin, mohon kerja samanya semua, " ucap Kim Seokjin.
" nah sekarang kalian sudah kenal dengan Kim Seokjin kan? Kalau begitu Seokjin silahkan duduk di bangku kosong sebelah Lee Jaehwan, " perintah Song saem. Seokjin mengangguk dan berjalan menuju arah yang ditunjuk Song saem.
Seokjin langsung duduk di sebelah Lee Jaehwan. Lee Jaehwan yang pada dasarnya sangat ramah langsung menyapa Seokjin.
" hai Seokjin, aku Lee Jaehwan, kau bisa memanggilku Ken, " ucap Ken semangat. Seokjin tersenyum mendengar ucapan Ken.
" hai Ken, aku Kim Seokjin, kau bisa memanggilku Jin, " ucap Seokjin.
" kalau Jinie boleh? " tanya Jaehwan. Seokjin terlihat berpikir, namun akhirnya mengangguk juga.
" baiklah kita berteman sekarang, " ucap Jaehwan semangat. Bahkan Seokjin juga ikut semangat melihat Jaehwan yang begitu ceria. Ia senang di hari pertamanya sekolah ia sudah mendapatkan sahabat yang sangat baik.
Sedangkan di sisi lain, Hye Rin dan Jae Joong sedang memikirkan cara agar Yoongi tidak tahu bahwa Seokjin ternyata adalah adik kandung mereka. Pasalanya Jae Joong tadi sempat melihat Yoongi di depan pintu saat ia memarahi Jin, dan itu membuat hatinya tidak tenang. Apalagi melihat Yoongi yang terlihat menguping pembicaraanya. Ia tahu Yoongi itu pintar.
" jadi bagaimana? Jangan sampai Yoongi tahu jika Seokjin itu adik mereka, aku tidak sudi melihat pembunuh itu bahagia, " ucap Hye Rin.
" aku juga, sepertinya mulai sekarang kita harus berhati hati jika ingin menyiksa si pembunuh itu, jangan sampai terjadi lagi hal seperti ini, untung aku sempat melihat Yoongi tadi, " ucap Jae Joong dan di angguki oleh Hye Rin.
" tapi mau sampai kapan kita menyembunyikan hal ini? " tanya Hye Rin.
" kurasa aku tidak akan memberi tahu hal ini selamanya, karena aku tidak ingin si pembunuh itu bahagia. "
To be Continue
Sorry for typo😊
Hope u enjoy😋
KAMU SEDANG MEMBACA
Memories (END)
FanfictionYang diinginkan seorang anak berumur 5 tahun adalah kasih sayang dan kebahagiaan. Namun mengapa paman dan bibinya sendiri tega menghilangkan harapan itu dan membuat si kecil terluka. Sedangkan keenam hyung nya tengah mencari keberadaannya. Padahal a...
