LaRa 11 -Hujan-

10.3K 582 22
                                        

"Jangan buat aku khawatir, aku tidak ingin perhatianku terbagi untuk yang lain"

_o0o_

"Cukup"

Semua pandangan mata beralih pada Mira yang terlihat marah. Matanya memerah dan tangannya terkepal di atas meja.

"Mir, kenapa?" tanya Zara pelan

"Cukup Zara, gak usah peduliin mereka yang gak peduli sama lo. Dan lo Langit, seperti yang lo tau gue emang selalu diam selama ini. Lo sakitin hati sahabat gue, gue tetap diam. Lo permaluin sahabat gue di depan orang banyak, gue juga diam. Lo tolak perhatian dia, gue juga milih buat tetap diam. Tapi cukup, tolong berhenti sakitin dia. Kalo lo anggap dia teman, jangan lagi sakitin dia. Gue gak suka, gue gak suka setiap liat dia nangis sedangkan gue gabisa apa-apa. Gue selalu gaada buat dia, gue tau itu, tapi lo harus tau Langit gue itu sayang sama dia. Lo siapanya Langit? Lo siapa yang dengan gampangnya selalu nyakitin hati dia yang tulus buat lo. Gue tanya lo siapa Langit?" ucap Mira dengan napas memburu

Mira, dia sahabat Zara. Dia memang periang dan bersikap aneh di depan Zara, dia terlihat mudah bergaul dan mudah berinteraksi, tapi Zara tahu Mira. Mira hanya bersikap seperti itu pada orang yang dia kenal dekat, hanya pada Zara. Namun, sebenarnya Mira adalah gadis introvert yang sulit berbicara di depan umum. 

Dia tidak terlalu suka berada di keramaian kecuali bersama Zara, dia sulit bergaul jika tidak ada Zara di sampingnya, dia tidak bisa memiliki teman jika Zara tidak menemaninya berkenalan dengan orang lain. Mira gadis pendiam yang selalu diam ketika Zara tersakiti, sekarang dia mulai muak melihat Zara yang selalu direndahkan oleh orang yang bernama Langit.

"Mir, gue gapapa" ucap Zara sambil mengusap bahu Mira pelan

Mira masih menatap tajam pada Langit, mata merahnya telah mengeluarkan tetesan air sejak dia mulai berbicara tadi. Setiap Mira marah dan berkata keras, dia selalu tidak bisa menahan air matanya.

"Ayo pergi Ra, gak usah disini. Dia iblis yang buta Ra" ucap Mira sambil menunjuk Langit

"Lo tenang, gue udah biasa kok. Iya, kita ke kelas aja ya" ucap Zara

.

.

.

Sore ini terlihat tenang dan damai dengan beberapa kali hembusan angin yang cukup kuat. Zara menyenderkan tubuhnya di sebuah pohon besar di taman belakang sekolah. Menikmati hembusan angin yang menerbangkan helaian rambutnya.

Bel pulang sudah berbunyi sejak setengah jam yang lalu. Sekolah yang sepi dan hati yang kacau cukup menjadi alasan Zara untuk menyendiri disini.

"Gue gak pernah tau kalo Mira bisa semarah itu. Gue pikir selama ini dia gak peduli sama gue" gumam Zara pelan

Dia menatap langit yang mulai mendung diatas sana. Zara menghembuskan napas keras, dia pikir setelah berteman dengan Langit maka langkah Zara mendekati Langit akan lebih mudah, tapi ternyata semua terasa semakin sulit.

"Oy Cebol" ucap seseorang

Zara tersentak kaget, dia membalik tubuhnya dan menatap orang itu kesal.

"Siapa yang lo panggil Cebol?" tanya Zara dengan mata menyipit

"Lo lah, siapa lagi?" ucapnya sambil tertawa pelan

"Sialan" ucap Zara sinis

Dia tertawa keras ketika menatap ekspresi wajah milik Zara, terlalu imut untuk terus cemberut seperti itu. Dia mendekat ke arah Zara dan merangkul pundaknya.

LAZARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang