LaRa 37 - Berubah

11.7K 677 54
                                        

"Dia ada, namun tak nyata. Dia tersentuh, namun jauh. Dia bisa kulihat, namun tak benar-benar bisa aku miliki."

_o0o_

Zara berdiri di balkon kamarnya, dia fokus memandang langit malam yang penuh ditaburi bintang. Matanya menatap satu persatu bintang itu.

"Sa, lo dimana? Diantara ribuan bintang ini, apa lo salah satunya?" gumam Zara

Zara menunduk, air matanya menetes perlahan.

"Asa, gue kangen sama lo. Gue ingin cerita banyak hal sama lo, bahkan gue mau dengar pendapat lo tetang Langit saat ini. Di satu sisi gue ragu, disisi lain gue percaya dia Sa. Gue harus gimana?" ucap Zara lirih

Zara terisak pelan, dia masih ingat jelas setiap ucapan yang Bumi ucapkan di Sekolah. Bohong jika Zara bilang dia percaya sepenuhnya bahwa Langit berubah, hatinya menyimpan keraguan.

"Zara"

Dengan sedikit tersentak, Zara menghapus air matanya dengan cepat. Dia membalikan badan dan menatap orang itu.

"Kamu nangis?"

Zara membuang wajahnya ke arah lain, dia menghela napas pelan.

"Ngapain Tante ke kamar Zara?" tanya Zara

Tante Arum berjalan mendekati Zara, dia menyentuh wajah Zara dan membuat Zara menatap ke arahnya. Tangan itu mengusap pelan jejak air mata di wajah Zara. Zara tidak bisa menolak, dia terpaku mendapati perlakuan Tante Arum padanya.

"Jangan nangis cantik. Tante ngerasa sakit setiap lihat air mata ini turun di pipi kamu" ucap Tante Arum

Zara tersadar, dia menepis tangan itu dan sedikit memundurkan langkahnya guna menjauhi Tante Arum.

"Tante bisa pergi dari kamar Zara sekarang" ucap Zara

Tante Arum tersenyum lembut, dia masih menatap Zara.

"Kamu sangat mirip Nayla, cantik, teguh, keras kepala, dan sedikit cengeng" ucap Tante Arum

Zara mengalihkan pandangannya dan fokus menatap Tante Arum ketika nama ibu kandungnya disebut. Dia dapat melihat jelas, tatapan kerinduan di mata Tante Arum.

"Katanya, dia yang sudah tidak ada akan menjadi bintang di malam hari. Tante kehilangan sahabat terbaik yang Tante punya, disaat terakhirnya dia hanya meminta 'tolong Arum, jaga Alza kecilku' dan saat ini mungkin dia sedang menatap kita di atas sana" ucap Tante Arum sambil mendongak menatap langit

Zara ikut menatap langit.

"Nayla itu perempuan dengan hati secantik berlian, dia indah dengan caranya sendiri. Dia mampu membuat semua orang mencintainya tanpa alasan. Dia sangat mirip sekali denganmu Zara, terutama senyumnya" ucap Tante Arum

Zara kembali menatap Arum yang saat ini juga menatapnya, dia bingung akan apa yang dia rasakan. Ada sesak yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata di dalam hatinya, sesak yang menyiksa dan menuntutnya untuk menyuarakan lewat air mata.

"Sebenarnya Tante mau apa ke kamar Zara?" tanya Zara

"Tante ingin dekat sama kamu. Tante hanya ingin kamu bisa jadi anak Tante dan panggil Tante dengan sebutan Bunda" ucap Tante Arum penuh harap

LAZARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang