"Apa yang kita minta belum tentu terbaik. Tetapi apa yang Allah beri sudah pasti terbaik."
***
Hari-hari berjalan makin cepat. Terutama bagi Alisha, hari ini sudah tanggal tujuh belas. Berarti empat hari lagi menuju pernikahan nya. Semuanya sudah Alisha siapkan dengan baik. Yang pasti dengan bantuan Aisyah dan Anisa. Alisha sangat bersyukur. Besok, ia akan fitting baju bersama Askar.
Alisha merasakan jantungnya berdegup kencang. Ini pertama baginya, dan mungkin akan menjadi yang terakhir juga.
Membuka ponselnya, ada beberapa pesan yang masuk. Termasuk pesan dari Askar.
Askar
Assalamualaikum, Kak. jangan lupa besok ya
Askar
Kakak mau aku jemput enggak? Sekalian latihan jadi suami, hehe
Alisha
Waalaikumsalam, enggak usah, Askar. Nanti ngerepotin kamu
Askar
Percuma kalo Kakak gak mau
Askar
Soalnya aku udah bilang sama Bunda
Alisha
Ngapain?
Askar
Ngapain? Ya jemput Kakak kan mau fitting baju
Alisha
Maksudnya ngapain nanya lagi kalo udah bilang sama Bunda
Askar
Hehe, mau nambah topik aja
Alisha
Kita belum sepenuhnya sah, Askar
Alisha
Jadi alangkah baiknya, kita jangan terlalu dekat
Alisha memejamkan mata nya, nafasnya ia hembuskan pelan. Pesan yang ia kirimkan hanya di baca oleh Askar. Alisha tahu pesan itu pasti menyakiti hati Askar. Tetapi mau bagaimana lagi, bukankah itu kenyataannya?
Seseorang mengetuk pintu kamarnya, Alisha menduga bahwa itu adalah Aisyah. Perempuan itu berjalan pelan menuju pintu kamarnya.
"Kenapa, Bun?" tanya Alisha setelah membuka pintu nya. "Eh." lanjutnya yang baru tersadar.
"Kamu kok enggak bilang mau nikah?!" ucap Riska. Ya, ternyata perempuan itulah yang mengetuk pintu kamarnya bersama Davina di sebelahnya.
"Alisha jahat!" tambah Davina.
"Astaghfirullahaladzim, bukan gitu maksud aku." Alisha mengajak keduanya masuk ke kamarnya.
"Terus apa?" tanya Riska setelah mereka duduk di pinggir kasur.
"Aku enggak bermaksud menyembunyikan ini semua dari kalian. Aku memang mau ngasih tau kalian, tapi aku lupa. Tau kan aku sibuk gara-gara ini?" jawab Alisha.
"Kalo kami tau lebih cepat, kami bisa bantu. Jadi kamu enggak kecapekan juga." ujar Riska.
Alisha membuang nafas pelan. "Maaf ya ... "
Davina langsung melihat ke arah Riska, karena sepertinya Alisha merasa bersalah.
"Eh! Tapi maksud kami kesini bukan itu kok! Aku sama Riska mau buat kamu bahagia, bukan sedih gini." ujar Davina.
"Enggak apa-apa, aku memang salah." kata Alisha.
"Ya udah, sekarang apa yang bisa kami bantu, Sha?"
***
Askar menatap ponselnya sambil membuang nafasnya pelan. Pesan yang dikirim oleh Alisha hanya di baca olehnya. Ia tidak mau membalasnya karena tahu itu akan malah merusak keadaan. Walaupun sebenarnya hanya membacanya juga salah, apalagi membalasnya. Memang lebih baik Askar tidak melihatnya, agar ia tidak sakit hati juga. Tapi ini semua tidak murni kesalahan Alisha, ia juga bersalah di sini. Karena sebenarnya mengirim pesan dengan lawan jenis itu haram. Apalagi mengirimkan pesan-pesan romantis. Dan juga pesan-pesan yang di kirimkan tanpa maksud tertentu.
Berkirim pesan dengan lawan jenis hanya boleh saat keadaan tertentu, seperti adanya hal yang penting untuk di bahas. Ya, itulah yang Askar tahu.
Mengeluarkan layarnya dari pesan yang di kirim oleh Alisha, Askar membuka room chat nya, grup chat yang ia buat dengan teman-temannya ramai. Ini pasti karena tingkah random dari Aidan atau Reno.
Bertaubat Menuju Surga
Aidan
Gue liat di tv
Aidan
Polisi menemukan sosok tergeletak di jalan
Aidan
Mukanya jelek
Aidan
Rambutnya gak karuan
Aidan
Badannya buncit
Aidan
Tolong bales pesan ini ya teman-teman supaya gue yakin. Kalo kalian gak kenapa-kenapa
Reno
Bajing lo
Zaki
Ketikannya di jaga ya
Liam
Bocah aneh, abis ngelem
Aidan
Astaghfirullahaladzim kalian gak boleh gitu sama Abang Aidan
Aidan
Kalian bersoda banget
Reno
Lo kira kami minuman?
Aidan
Maaf khilaf
Aidan
Ngomong-ngomong Askar belom nongol nih
Aidan
Plis bales pesan ini, Kar
Aidan
Biar kami tau lo gak kenapa-kenapa. Soalnya mirip ciri-ciri yang gue sebutin
Askar
Lo pikir gue buncit? Gue sixpack 😎
Aidan
Oh, Abang salah ternyata
Zaki
Salah
Reno
Ku buka dengan ganas baju biru mu yang ketat
Askar
Astaghfirullah, inget nama grup bang
Zaki
2
Liam
3
Aidan
Lanjutin, Ren. Gue suka 😍
Reno
Ku sentuh tubuhmu dengan penuh nafsu
Askar
Sekali lagi ngetik lo gue keluarin
Reno
Ku jilat susu putih mu yang sangat manis
Zaki
Gila
Liam
Emang
Aidan
Reno pro player epep guys
Reno
Hmmmm
Reno
Enaknya makan oreo mau?
Aidan
Menghayati sekali makan oreo nya
Zaki
Gak ikutan
Liam
Dua
Askar telah mengeluarkan Reno
KAMU SEDANG MEMBACA
Dari Askar Untuk Alisha [END]
Romansa"Kita nikah besok aja bisa gak sih, Kak? Kalo kayak gini ceritanya aku kan gak bisa marah sama Kakak. Karena aku bukan siapa-siapa Kakak." *** Selama ini Alisha tidak pernah dekat ataupun berhubungan dengan lelaki manapun. Alisha selalu berusaha me...
![Dari Askar Untuk Alisha [END]](https://img.wattpad.com/cover/229743990-64-k820607.jpg)