"Hidup itu sesingkat adzan dan sholat. Ketika lahir di adzankan, ketika mati di sholat kan."
***
Alisha resah dalam tidurnya. Askar tak kunjung pulang, padahal waktu sudah menunjukan pukul satu pagi. Askar sempat bilang kepadanya bahwa akan langsung pulang saat acaranya selesai, jika bisa Askar pulang lebih awal. Perempuan itu bolak-balik menatap pintu kamarnya dan ponselnya. Berharap pintu di buka oleh Askar dan berharap bahwa Askar memberikannya kabar.
Alisha sudah beberapa kali menelepon dan mengirimkan pesan kepada Askar. Jangankan di balas, laki-laki itu sama sekali tidak membacanya. Satu-satunya orang yang Alisha percaya dan bisa Alisha hubungi sekarang adalah Zaki.
Alisha
Assalamualaikum, Zaki. Kamu lagi sama Askar, kan?
Alisha
Acaranya belum selesai, ya?
Tak butuh beberapa lama, ternyata pesan yang Alisha kirimkan langsung dibaca oleh Zaki. Sepertinya Zaki sedang memegang ponsel.
Zaki
Waalaikumsalam, Kak
Zaki
Tadi setahu saya Askar udah pulang sama Reno
Zaki
Belum nyampe?
Alisha
Ooh gitu ya, yaudah makasih
Alisha langsung bangkit dari tidurnya untuk mengecek pintu depan rumahnya. Alisha membuka sedikit tirai jendela yang ada di depan terasnya. Dan benar saja, ada bayangan dua laki-laki yang sedang duduk menunggu di depan.
Alisha langsung memutarkan kunci pintunya.
Kedua laki-laki tersebut langsung terkejut, namun tak di pungkiri lagi laki-laki yang satunya tersenyum.
Alisha membuang nafas pelan. "Kenapa enggak ngucap salam?"
"Takut kamu kebangun."
"Ya udah, ayo masuk." ajak Alisha, tetapi Askar menahan tangannya.
"Tapi Reno tidur disini, boleh kan?"
"Iya, tidur aja di kamar tamu itu. Nanti aku beresin dulu."
Askar dan Reno tersenyum senang. Reno sempat mengira bahwa Alisha tidak akan membolehkannya, tetapi Askar sudah mengira bahwa Alisha akan membolehkannya.
"Kak Alisha emang yang terbaik." ucap Reno saat Alisha sudah pergi lebih dulu untuk membersihkan kamar tamu.
"Gue tau, makanya gue nikahin."
***
"Aku pergi dulu, ya." ucap Alisha sambil memakai sendal talinya.
Setelah selesai makan, Reno pergi untuk mandi dan Askar saat ini menatap Alisha yang sedang terburu-buru. "Mau kemana panas-panas gini?"
"Kamu lupa? Aku mau ke pesantren sama Davina."
"Oh, iya. Naik apa? Aku anter, ya?"
Alisha menggeleng. "Enggak usah, Kar. Nanti aku di jemput di depan."
"Ya udah, aku anter sampe depan aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dari Askar Untuk Alisha [END]
Romance"Kita nikah besok aja bisa gak sih, Kak? Kalo kayak gini ceritanya aku kan gak bisa marah sama Kakak. Karena aku bukan siapa-siapa Kakak." *** Selama ini Alisha tidak pernah dekat ataupun berhubungan dengan lelaki manapun. Alisha selalu berusaha me...
![Dari Askar Untuk Alisha [END]](https://img.wattpad.com/cover/229743990-64-k820607.jpg)