"Jagalah sholat mu, ketika kau kehilangan sholat, kau akan kehilangan segalanya."
***
Askar pulang ke rumah dengan senyum yang mengembang. Karena ia berhasil menjahili teman-temannya. Selain itu hari ini Askar pulang ke rumah bersama dengan Alisha. Alisha tadi memberi tahunya lewat telepon bahwa ia sudah membereskan barang-barang mereka yang dibawa di hotel untuk di pindahkan ke rumah 'mereka.' Ya, rumah itu hanya akan di tempati oleh Askar dan Alisha saja. Askar memang sudah membeli rumah ini sebelumnya. Rumah ini dibeli oleh hasil tabungan Askar sendiri, walaupun Kafkar juga turut serta di dalamnya. Bukan karena uangnya kurang, Kafkar ingin memberikan yang terbaik kepada Askar dan juga Alisha.
Di depan rumah, Askar melihat Alisha yang mengangkat barang-barang sendirian. Sepertinya yang lain sudah pulang makanya tidak ada yang membantu.
Askar memarkirkan motor dan membuka helmnya. "Assalamualaikum, Kasa udah nunggu lama, ya?"
"Waalaikumsalam, enggak kok. Aku juga baru nyampe, jadi langsung beres-beres aja." jawab Alisha.
"Ya udah, aku ganti baju dulu ya. Terus bantuin Kasa." ujar Askar.
Alisha mengangguk, walaupun sebenarnya ia tidak terlalu membutuhkan Askar. Karena hampir semuanya sudah bereskan dan tertata dengan rapi. Dari ruang tamu, hingga ke dapur dan juga kamar. Sebelumnya Alisha memang di bantu dengan Aisyah dan Anisa. Namun keduanya sudah pulang, karena memang Alisha yang menyuruhnya. Itupun dengan sedikit paksaan, jika dibiarkan pasti mereka yang akan membereskan semuanya, Alisha tidak mau hal itu terjadi. Alisha tidak mau Aisyah dan Anisa kelelahan gara-gara hal ini. Biarkan saja dirinya yang lelah, asalkan mereka tidak.
Askar kembali dengan baju yang telah berganti dan wajah yang lebih segar.
"Udah biar aku aja, Kasa duduk." ujar Askar.
Alisha menggeleng. "Aku buatin minum aja, ya?"
"Emangnya udah ada air minum?" tanya Askar.
"Udah, tadi 'dua' Ayah juga kemari soalnya." ucap Alisha dengan maksud Abhi dan Kafkar. Ya, kalau tidak ada mereka juga Alisha memang tidak bisa selesai secepat ini.
Askar mengangguk, mengangkat barang-barang yang belum di angkat oleh Alisha.
***
Hari semakin sore, rumah yang akan ditempati oleh Askar dan Alisha sudah tertata rapi dan bersih. Untuk itu keduanya sekarang duduk di sofa sambil meminum es campur yang Askar beli di depan perumahan.
"Alhamdulillah ... " Askar bersendawa. "Hehe, jadi malu."
Alisha tertawa, ternyata menikah dengan Askar tak seburuk yang ia kira. Sebenarnya Alisha memang selalu percaya, bahwa apa yang Abhi pilih untuknya selalu yang terbaik.
"Capek ya, Kar? Atau kenyang?"
"Dua-dua, Kasa." Askar memilih untuk melanjutkan meminum es campur nya tak lupa memakan snack yang ia beli di indoapril. "Nanti malem ngapain ya enaknya, Kasa?"
Alisha menoleh. "Emangnya kamu maunya ngapain?"
"Mau buat pahala sama, Kasa." Askar menjawab dengan santai. Tidak melihat raut wajah Alisha yang kebingungan.
"Sholat isya kan maksud kamu?" tanya Alisha.
Askar mengangguk, setelah itu menatap Alisha. "Kalo Kasa mau yang lebih juga boleh."
Alisha membulatkan matanya. "Enggak boleh, kamu masih kecil." Alisha memukul pelan bahu Askar.
"Askar udah besar. Masa Kasa gak tau sih. Terus sekarang Kasa nikah sama siapa? Nikah sama anak kecil dong. Asal Kasa tau ya, Askar itu udah legal. Udah delapan belas tahun." Askar malah mengoceh.
Alisha memeluk Askar yang membuat laki-laki itu kaget, namun tetap membalas pelukan Alisha yang tak kalah eratnya.
"Kasa ... ? Kenapa?" Askar menatap khawatir.
Alisha menggeleng di dalam dada bidang Askar.
"Kasa capek, ya? Maaf ya, Askar pulangnya lama. Nanti Askar bilang ke kepala sekolah, kalo pulang jangan lama-lama." Askar menepuk-nepuk punggung Alisha dan mencium pucuk kepala perempuan itu. "Sekalian bilang ke menteri pendidikan juga."
Alisha melepas pelukannya. "Enggak boleh gitu, apapun peraturan nya harus kita ikuti."
"Karena Kasa yang bilang gitu, yaudah deh."
Alisha melihat jam yang menempel di dinding. Kemudian Alisha melihat ke arah Askar. "Kamu enggak mandi? Terus enggak sholat di masjid?"
Askar menggeleng. "Aku sholat dirumah aja, mau jadi imam nya Kasa."
Pipi Alisha memanas. Jika Alisha terus berada di samping Askar, sepertinya tidak baik untuk jantung Alisha.
"Kasa! Kasa mau kemana? Kasa baper ya?!" Askar berteriak karena Alisha berjalan semakin jauh.
"Untung udah jadi istri."
***
Halo-halo, ada yang nunggu update?
KAMU SEDANG MEMBACA
Dari Askar Untuk Alisha [END]
Romance"Kita nikah besok aja bisa gak sih, Kak? Kalo kayak gini ceritanya aku kan gak bisa marah sama Kakak. Karena aku bukan siapa-siapa Kakak." *** Selama ini Alisha tidak pernah dekat ataupun berhubungan dengan lelaki manapun. Alisha selalu berusaha me...
![Dari Askar Untuk Alisha [END]](https://img.wattpad.com/cover/229743990-64-k820607.jpg)