"Memperhatikan mu secara diam-diam, mendo'a kan mu setiap hari dan mencintaimu secara rahasia."
—Ali bin Abi Thalib
***
"Kita mau beli apa, Kar? Ke rumah Ayah sama Umi." Alisha menoleh ke arah Askar. Laki-laki itu sedang fokus mengendarai mobil, jalanan yang sedang ramai membuat Askar beberapa kali membunyikan klakson nya dan berucap istighfar. Banyak pengendara yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas.
"Beli kue aja gimana?" ucap Askar yang pandangannya tak luput dari jalanan yang ramai.
Alisha mengangguk-angguk, lagipula tak ada yang bisa mereka beli kecuali kue dan roti untuk Kafkar dan Anisa. "Kit inia beli di Unicorn Bakery ya, Kar."
Askar mengangguk-angguk. Beberapa menit kemudian Askar memarkirkan mobil mereka di Unicorn Bakery. Di pandu oleh tukang parkir, Askar memarkirkan mobilnya dengan posisi yang pas.
Askar dan Alisha pun berjalan masuk dan di hampiri dengan salah satu pegawai.
"Selamat datang di Unicorn Bakery. Mau cari kue apa, Kak? Kue ulang tahun? Atau mau kue keluaran terbaru kita?" kata pegawai tersebut dengan senyumnya.
Alisha membalasnya dengan senyuman juga. "Sebentar ya, Kak. Mau di lihat dulu."
"Oh, iya. Silahkan, Kak."
Alisha dan Askar berjalan dari satu rak kue ke rak yang lainnya. Sampailah di tempat kue yang selalu menjadi makanan atau camilan di rumah, bolu pisang dan brownies.
"Ini aja, ya, Kasa?"
Alisha mengangguk. "Tapi aku mau sama cupcake."
Askar mengerutkan keningnya, tidak biasanya Alisha meminta sesuatu dengannya. "Buat Kasa atau Ayah sama Umi?"
"Buat aku."
Askar menutup mulutnya tak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut Alisha. "Kasa ngidam? Kasa udah hamil ya? Tapi enggak bilang-bilang aku."
"Enggak, Kar. Kamu mikir kejauhan."
Askar tak menghiraukan ucapan Alisha. Laki-laki itu justru berbicara kepada pegawai yang sejak tadi tersenyum kaku mendengar percakapan mereka. "Kak, cupcake nya seratus, ya. Sama bolu pisang, sama brownies."
Pegawai itu tersenyum. "Baik, tunggu sebentar, ya, Mas."
Setelah pegawai itu pergi, Alisha langsung menatap tajam Askar. "Seratus? Mau di buat makan siapa, Kar? Kamu yang bener-bener aja."
"Enggak apa-apa, Kasa. Kasa ambil seberapa Kasa mau, nanti sisanya kita bagikan ke panti."
Alisha mengangguk pasrah.
***
"Assalamualaikum, Ayah, Umi." ucap Askar sambil menenteng tiga plastik yang berisi kue.
Anisa langsung datang menyambut Askar dan Alisha. "Waalaikumsalam, Umi udah nungguin dari tadi. Macet ya?"
Alisha menggelengkan kepalanya. "Tadi mampir sebentar, Umi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dari Askar Untuk Alisha [END]
Romansa"Kita nikah besok aja bisa gak sih, Kak? Kalo kayak gini ceritanya aku kan gak bisa marah sama Kakak. Karena aku bukan siapa-siapa Kakak." *** Selama ini Alisha tidak pernah dekat ataupun berhubungan dengan lelaki manapun. Alisha selalu berusaha me...
![Dari Askar Untuk Alisha [END]](https://img.wattpad.com/cover/229743990-64-k820607.jpg)