Sisa Yuta, Doyoung, Jaehyun, Eunwoo, Valennia, Chihoon, Lucas. Mereka udah di kantor polisi, mau ikut dengerin curhatan Yoonoh ama Eunri tentang pembunuhan ini.
Sebenernya mereka ga boleh ngikut untuk nge-introgasi para tersangka, tapi kekuasaan tentu berguna dong. Bukan mau nyombongin diri, tapi ini bener-bener di perluin sekarang dan Yuta dkk harus dengerin langsung dari pembunuhnya.
Akses yang mereka dapet itu dari kakak Minhyun, Hwang Sujin. Dan ayah Chihoon, Choi Siwon yang menjabat sebagai kepala kepolisian disini.
Sangat beruntung ternyata.
Siwon nyerahin semua kendalinya ke Chihoon, dan mereka diawasi langsung sama orang yang menjabat jadi kepala kepolisian itu.
Di kelilingi anggota polisi dan komandan, ruangan itu penuh sesak. Meja besar adalah pembatas antara Chihoon, ayahnya, serta temen-temen dan Eunri-Yoonoh. Di belakang kedua tersangka itu udah berdiri beberapa polisi dan komandan tadi, yang siap sedia sama pistol mereka.
"Jadi, apakah ada orang lain yang jadi ketua kalian? Atau, boss?" tanya Chihoon pake nada datar, lagi mode jinjja serius.
Eunri sama Yoonoh sama-sama diem, mereka ga berkutik atau ngucapin sepatah katapun sejak masuk ke mobil polisi. Mereka gabisa bilang siapa itu monsieur, kalo itu terjadi—rencana mereka bakal kacau balau.
"Kalian gak bisu, gue tau itu," katanya lagi.
"Jadi jawab sekarang sebelum gue ngegores tubuh kalian, sampe kalian memohon supaya gue berhenti."
Chihoon kalo lagi serius pasti nyeremin, ya kaya sekarang ini. Tangannya bertumpu di meja, natap Eunri ama Yoonoh bergantian pake tatapan tajem khasnya. Suara berat itu bikin mereka berdua agak gentar, tapi tetep berusaha teguh demi misi ini.
Yuta dkk yang ada dalam situasi tegang gini juga ga berani ngomong apa-apa. Mereka diem aja, berdiri berjejer di sebelah kiri Chihoon kek ikan sarden.
"Ya, gue emang ngelakuin pembunuhan terhadap Hwang Minhyun."
Eunri ngangkat kepalanya, "Lo punya bukti kalo gue yang ngebunuh dia?" tanyanya seolah nantang.
Chihoon senyum miring, "Minhyun bukanlah orang sebodoh lo," jawabnya kemudian ngambil handphone Minhyun dari atas meja.
Dia langsung muter voice record itu pake volume penuh, supaya satu ruangan bisa denger juga dan percaya kalo dia punya barbuk.
Yoonoh dan Eunri sama-sama terkejut, teramat sangat. Tunggu, darimana asal rekaman itu?
"Udah gue bilang, Minhyun bukan orang tolol kaya lo," kata Chihoon angkuh.
"Jawab gue dengan jujur. Apakah ada orang lain yang jadi boss kalian, yang merintahin kalian untuk membunuh?" tanyanya sekali lagi.
Mulut pistol yang dingin nempel di pelipis Yoonoh, bikin dia nelen ludah gugup. Dia gak bisa ngebeberin semuanya ke polisi, dia ga boleh ngelakuin itu.
Karena semuanya bakal sia-sia.
"Jangan buat saya memaksa kalian, anak muda," kata Siwon tegas.
Kalo ada tersangka yang ngga mau ngakuin kejahatan mereka, mereka bakal dipaksa terus selama berjam-jam bahkan berhari-hari sampe cape dan akhirnya ngaku.
"Cuma saya yang salah, dan dia engga bersalah. Ini sepenuhnya keinginan saya, tanpa ada yang memerintahkan."
Eunri berucap ga kalah tegas, matanya juga bales natap Chihoon.
"Bawa mereka ke ruangan itu," titah Chihoon kemudian ngeratin rahangnya.
"Mereka bohong, ayah."
•
•
•

KAMU SEDANG MEMBACA
[3] Distance
Fanfiction[Angst, Romance] "Jarak emang bisa ngelatih kesetiaan dan ketulusan, tapi jarak ngga ngejamin ketenangan dan kebahagiaan." -Jaehyun. • Completed • Trilogy of Comfortable's • BxB / Yaoi / Homo / Gay • Bahasa non-baku • Hope you enjoy it, don't forget...