2. Three

253 11 2
                                    

🔊 One Direction - Kiss You

.
.

Lumatan itu semakin lama semakin intim, entah kapan berakhirnya. Tangan Sean mengelus punggung El dan sedikit merapatkan ditubuhnya.

El yang sebelumnya tidak mahir dalam berciuman pun membalas lumatan Sean, tangannya juga tidak tinggal diam. Merambat ke rambut hitam Sean.

"El?!"

Oke, dia mengenali suara itu.

'Jesus! Selamatkan aku!' up

I Found a Love

Eleanor Bruce POV

Aku duduk menunduk di samping Sean. Oke, jangan bertanya, ini benar-benar memalukan.

Pria yang tadi menegurku sesekali berjalan dan sesekali berhenti menatap kami berdua seakan aku dan Sean adalah seorang pencuri yang tertangkap. "Sungguh? Kalian berdua ber-"

"Kau melihatnya sendiri" Ucap Sean memotong pria dihadapan kami saat ini.

"Aku tidak percaya ini" Jedanya dan mengambil nafas sedalam-dalamnya sebelum dia berkata lagi. "Kalian... El jelaskan padaku"

Dia menuntutku dan memanggil namaku. Okey, mungkin dia marah. Dia memang marah bodoh!

"Apa aku harus menjelaskan?" Tanyaku pelan. Bodoh! Kenapa aku mengatakan itu!

"Kau... ak-"

Sean menghela nafas kasar sebelum memotong ucapan pria dihadapanku. "Kau melihatnya sendiri, apa kita harus menjelaskan, Ian?"

"Kau menciumnya-"

"Kita berciuman, bukan hanya aku" Aku langsung mendelik tajam menatap Sean. Dia sungguh gila jika dia melawan kakakku.

"Oh Tuhan! Sean dia adikku bodoh!" Teriak Ian.

Sean yang semulanya berwajah datar sedikit membelalak matanya. "Dia adikmu yang- Oke aku paham"

"Kau tidak paham, breng-"

"Tunggu, tunggu dulu... kalian saling mengenal? Kau mengenal Ian, Sean?" Tanyaku kepada dua pria dihadapanku.

"Dia adalah pria paling bajingan di negara ini, yang sayangnya dia adalah temanku" Balas Ian menatap Sean dengan sinis.

Aku terkejut, tentu saja. Sean teman Ian yang berarti Ian juga teman Sean, itu sudah pasti. Tapi- Sungguh kenapa dunia sangat sempit ini!

Sean hanya menatap bosan. "Kau seperti mengatakan dirimu sendiri, bung"

"Kau!" Tunjuk Ian.

"El, aku mohon padamu menjauhlah dari bajingan ini, dia sahabatku, dan para sahabatku sama bajingannya denganku, ku akui itu. Tapi, percaya ucapanku, dia-"

"Berhentilah"

"Tidak! El, dia sungguh brengsek bahkan seluruh dun-"

I found a Love (Update!)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang