"Terkadang kita tidak bisa memahami dan menyadari, apa yang sebenarnya kita rasakan."
~Daylon Arbani Marstiga~
Happy reading❤
☆●☆
Daylon merebahkan diri di kasur empuk miliknya, dia memandang langit-langit kamarnya yang bernuansa abu-abu.
"Kenapa gue demen banget ya jahilin Crystal, liat wajahnya emosi jadi bikin gue gemes. Padahal gue jarang kayak gini sama perempuan-perempuan kecuali dia." Gumam Daylon
Memang Daylon jarang berinteraksi dengan perempuan semenjak dia, seseorang yang dia sayang sampai saat ini pergi begitu saja.
"Tadi dia kayak kesakitan banget ya, gue keterlaluan deh kayaknya." Daylon mengacak rambutnya dengan frustasi.
"Daylon,Seyna! Cepat turun, makan dulu!" Teriak bunda Daylon, Marsa
"Iya bun!" Ucap keduanya
Oh iya Seyna adalah adik perempuan Daylon, dia menduduki kelas 9 smp
Daylon turun dari kasurnya dan berjalan menuju dapur untuk makan bersama-sama.
"Loh Ayah kog udah pulang, nggak biasanya." Ucap Daylon ketika melihat sang ayahnya, Tino sudah berada di ruang makan.
"Iya ayah sengaja pulang cepat karna ada sesuatu yang akan ayah sampaikan pada kalian semua, kita makan dulu!"
Semua orang makan dengan tenang dan tidak ada yang berbicara.
Sampai akhirnya sesudah makan semua berkumpul di ruang keluarga.
"Jadi ayah ingin menyampaikan kabar, bahwa kita akan pindah di rumah yang ada di komplek Anggrek." Ucap ayahnya
"Ayah kenapa kita harus pindah?"tanya Seyna
"Jadi paman kamu itu mau pulang, sesuai permintaan terakhir oma, setelah paman kembali ke Indonesia dia yang menempati rumah ini, dan kita menempati rumah yang ada di komplek Anggrek."
"Jadi seperti itu, kapan kita pindah?"
"Mungkin besok lusa kita sudah akan pindah ke sana, jadi besok kita harus menyiapkan barang" yang akan di bawa okey?"
"Iya ayah."
Dan mereka berbincang-bincang santai sambil bercanda tawa.
"Emm Daylon mau pergi sama temen ya!"
"Mau balapan lagi kamu Daylon!" Tino menatap garang anak lelakinya itu
"Hehe enggak yah, cuma mau kumpul aja." Daylon berkata dengan terkekeh
"Abang, nanti bawain makanan yaa!"
"Siap!"
Daylon mengambil jaket dan kunci motornya, kemudian dia menaiki motornya menuju markas Regazt
☆●☆
Di markas geng Regazt
"Woe Rom! Lo nguntit snack di kamar gue ya?" Ucap salah satu anggota inti geng Regazt yang bernama Dani
"Cuma satu aja elah! Pelit banget sih lo Dan!"
"Balikin gak snack gue!"
"Ogah! Udah di perut kok di balikin? Mau nih gue kasih tai? Mau?" Ucap Romi dengan meleletkan lidahnya
Dani menghampiri Romi dengan wajah yang sudah merah padam.
Karna Romi takut dia berlari menghindari Dani, dan terciptalah aksi saling kejar-mengejar.
Sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepala.
"Lang, saat ini kondisi geng kita aman? Gak ada yang mau nyerang atau gimana gitu?" Tanya Daylon dengan menyeruput minuman kalengnya.
"Saat ini aman Lon."
KAMU SEDANG MEMBACA
CRYSTALLIA (END)
JugendliteraturIni tentang Crystallia Sirius Alexsia si primadona SMA Bradizta yang membuat para kaum adam bertekuk lutut hanya dengan satu kali senyuman. Ini juga tentang Daylon Arbani Marstiga seorang most wanted dan juga ketua dari geng motor Regazt yang terken...
