'Jika sudah terkoyak maka akan sulit untuk pulih. Begitu juga dengan kepercayaan yang sudah dirusak'
Alevan dan Alesha sedang jalan santai ditaman komplek menikmati sore hari yang udaranya lumayan sejuk, taman tidak terlalu ramai jadi mereka seakan memiliki taman pribadi.
"Aku seneng bisa ketaman ini lagi" ujar Alesha memecah keheningan. "Iya. Aku juga seneng" balas Alevan dengan tersenyum senang.
Alesha kemudian menatap Alevan dengan tatapan lekat juga senyum yang menghiasi bibir ranumnya. "Aku beruntung... punya suami kaya kamu"
"Aku juga. Aku beruntung banget punya istri kaya kamu...yang baik, terima aku apa adanya, kamu hampir perfect, Cha." balas Alevan. Kemudian mereka lanjut jalan-jalan dengan Alesha memeluk lengan Alevan.
Saat sedang asik jalan-jalan langkah Alesha terhenti yang membuat langkah Alevan ikut terhenti juga.
"Sayang! Aku mau gulali," pinta Alesha dengan ekspresi memelas.
Alevan tertawa geli mendengar permintaan istrinya, sejak kapan Alesha suka dengan gulali? Oh ayolah! Alevan lupa apa jika yang minta itu bukan gadisnya.
"Yaudah ayo kita beli." mendengar ucapan Alevan tadi raut wajah Alesha seketika berubah menjadi gembira.
Langsung Alesha menuntun Alevan menuju tukang penjual gulali yang tidak jauh dari tempat mereka ada, melihat semua gulali yang berwarna-warni Alesha sangat tergiur.
"Pak! Gulali warna birunya satu,ya?" ujar Alesha. Pria paruh baya itu mengangguk kemudian memberikan satu buah gulali warna biru langit pada Alesha.
Alesha dengan lahap makan gulali biru itu sampai dia tidak sadar kalau ujung bibirnya terdapat bekas gulali.
"Ale. Aku beli minum dulu, ya?" Alevan hanya membalasnya dengan menganggukan kepala.
Alesha lalu pergi ke tukang penjual minuman dingin. "Pak. Aqua botol satu," ujar Alesha.
Tiba-tiba ada yang menepuk bahu kanannya yang membuat gadis itu seketika kaget. Saat membalikan badan ternyata cowok tinggi berbadan proposional yang pernah dia temui di toko beberapa waktu silam.
"Hay! Ketemu lagi kita," ujarnya tersenyum simpul.
"Iya" balas Alesha dingin.
***
"Oh iya lo sama siapa kesini? Sendiri aja?" tanyanya menatap Alesha lekat.
"Sama suami"
Deg...
Bagai tertusuk ribuan belati juga merasakan tersambar petir diwaktu yang bersamaan cowok bermata coklat itu kaget dengan jawaban Alesha barusan, apakah dia harus memilih mundur? Mengetahui orang yang masih dia cintai sudah memiliki seorang suami!.
"Oh... boleh gue ketemu sama cowok yang beruntung itu?" tanyanya dengan nada dan raut wajah yang sangat berbeda dari sebelumnya.
Alesha menganggukkan kepalanya setelah membayar minum dia dan cowok itu langsung pergi menghanpiri Alevan, apa yang Alesha lakukan? Menemui suaminya dengan seorang cowok yang tidak pernah Alevan kenal bahkan cowok itu adalah mimpi buruk bagi Alesha.
"Ale..." panggil Alesha. "Aku...mau kenalin temen aku," lanjutnya dengan detak jantung yang berdebar.
Alesha kemudian membantu Alevan untuk berdiri dan menghampiri cowok itu. Netra coklatnya menatap Alevan dengan penuh tanya mungkin dia berpikir apakah Alesha sedang bercanda dengannya? Masa iya seorang Alesha Putri Andara memiliki suami yang tunanetra? Ya...cinta tidak memandang fisik, harta tahta, juga apapun itu kan?.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Husband (SELESAI)
Ficção AdolescenteBELUM DI REVISI GAK TAU MAU KAPAN TUGAS NGELUNJAK SELESAI 1 DATENG ROMBONGAN😭 Start : 31 Mei 2020 Finish : 5 September 2020 Perjodohan? Kata yang sangat di benci oleh banyak orang, tapi itu yang terjadi pada gadis bernama Alesha. Dia harus mengiy...
