'Saat mencintaimu tanpa pamri, mencintaimu dalam sunyi adalah sebuah ketulusan dari hati'
Arsha keluar dengan wajah yang membuat semuanya penasaran tak terkecuali Alesha, dia langsung berjalan dengan langkah seribu dan berhenti tepat dihadapan pria yang lebih tua darinya itu menatapnya dengan mata yang sudah memerah.
"Gimana keadaan Ale kak?" tanya Alesha dengan suara serak.
Arsha menatap Alesha sendu kemudian menghela napas gusar. "Tuhan...dia...dia lebih...lebih sayang sama....sama Alevan...jad–"
"ENGGAK!!! ALE GAK BAKAL NINGGALIN AKU SAMA ANAK AKU!!!" teriak Alesha memotong ucapan Arsha.
"Sha inget ini rumah sakit jangan berisik cantik" tegur Alena sambil mengelus pundak Alesha.
Alesha diam tidak mengubris ucapan Alena kemudian langsung masuk kedalam ruang ICU lalu memegang kedua lengan Alevan dan menggoyangkannya.
"Bangun Ale!! Kamu udah janji sama aku kita bakal sama-sama terus!! Ayo bangun hiks...hiks...ALEVAN AYO BANGUN"
Alesha langsung memeluk tubuh Alevan dan perlahan mencium bibir pucat cowok itu, sangat berharap Alesha mendapat balasan atas ciumannya itu dan juga tangan Alevan dia taruh diperut ratanya.
'Bangun Le. Demi aku...demi anak kita' batin Alesha berharap.
Selang beberapa detik kemudian Alesha merasakan bibir Alevan bergerak dan membalas ciuman Alesha, dengan cepat Alesha melepas tautannya menatap Alevan dengan tatapan terkejut perlahan Alesha mengelus rambut dan pipi Alevan dengan lembut dan pelan apakah dia barusan mimpi?.
"Ale?...KAK ARSHAAA!!" Arhsa dalam sekejap muncul dengan Tari dibelakangnya.
"Kak. Kak...Ale kak dia masih sama aku kak" kata Alesha sambil menggoyangkan lengan Arsha.
"Itu gak mungkin Sha. Mustahil! Alevan udah–"
"Denyut jantung pasien kembali dok" ujar Tari memotong ucapan Arsha.
Alesha tersenyum lega lalu menatap Arsha dengan tatapan susah diartikan. "Tuh kan...Ale masih sama aku!" ujar Alesha penuh penekanan, Arsha langsung bertindak mengecek keadaan Alevan kali ini dia harus benar Alesha keluar dengan raut wajah yang begitu berharap.
"Alevan kenapa Sha?" tanya Raidin penasaran.
***
Alesha langsung menghapus air matanya kasar kemudian menatap Raidin. "Ale masih sama kita. Dia gak pergi dan aku yakin itu"
Semuanya saling tatap disana juga ada teman-teman Alesha dan Alevan karena mereka ingin selalu ada disamping Alesha, teman yang saling melindungi, saling menjaga, saling mendukung, saling mengingatkan dan tidak akan meninggalkan satu sama lain.
"Tuhan nantangin gue Yan" celetuk Angga.
Abian langsung menatap Angga dengan alis terangkat sebelah. "Maksud lu?"
"Dia udah berani ambil Alevan tanpa seizin gue. Harusnya izin dulu kek ke gue kalo gue udah ngizin baru boleh" jawab Angga enteng.
Abian menggeleng tidak percaya sambil menghela napas gusar. "Raini Riani. Cowok lu tuh kabel warasnya udah putus apa jarang diservis sih njir" cetus Abian pada Riani.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Husband (SELESAI)
Teen FictionBELUM DI REVISI GAK TAU MAU KAPAN TUGAS NGELUNJAK SELESAI 1 DATENG ROMBONGAN😭 Start : 31 Mei 2020 Finish : 5 September 2020 Perjodohan? Kata yang sangat di benci oleh banyak orang, tapi itu yang terjadi pada gadis bernama Alesha. Dia harus mengiy...
