'Hujan itu selalu datang pada saat yang tepat dan tanpa kau memintanya'
Alevan sudah di perbolehkan untuk pulang kerumah, Alesha senang karena Alevan tidak perlu berlama-lama dirumah sakit namun bagi Alevan tidak! Dia sangat terbebani dengan kondisinya sekarang hidupnya kini tak lagi warna-warni dan digantikan dengan warna hitam, hanya ada warna hitam.
"Papaaaa..." Alevan bisa mendengar suara dua anaknya juga langkah kaki kecil menghampirinya.
Alevran dan Aletha langsung memeluk kaki Alevan lalu pria itu perlahan mensejajarkan posisinya dengan dua anaknya, tangan Alevan tergerak meraba wajah yang kini tidak bisa ia lihat selamanya, Alesha tersenyum melihat Alevan dan dua anaknya apalagi Alevran dan Aletha sudah sangat menanti kepulangan sang papah.
"Papa! Papa udah sembuh, kan? Berarti nanti bisa anter Letha sama kak Evan lagi dong ke sekolah," ujar Aletha sambil tersenyum antusias.
Alevan yang mendengar ucapan anaknya itu merasa dadanya sakit, dia sudah tidak bisa mengantar anaknya bahkan untuk jalan saja sekarang mungkin dia perlu dituntun. Alesha dengan gerak cepat langsung mensejajarkan posisinya dengan dua anaknya lalu menatap mereka dengan tersenyum simpul.
"Evan, Letha. Papa gak bisa anter kalian besok" ujar Alesha.
"Kenapa, Ma?" tanya keduanya dengan wajah yang kecewa.
Alesha tersenyum kemudian berkata, "Papa harus istriahat sayang, besok kalian dianter sama Om Bisma, ya?"
Mereka berdua pun mengangguk Alesha paham Alevran dan Aletha ingin sekali diantar oleh Alevan, namun apa daya kini suaminya tidak seperti dulu dan kalau boleh jujur Alesha tidak percaya dengan apa yang dialami oleh Alevan.
"Sayangg...makan yuk! Aku suapin, ya," Alesha baru saja dari dapur lalu dia membuat makan malam.
"Aku gak laper, Cha,"
Alesha mengernyitkan keningnya lalu dia menaruh piring putih itu diatas nakas kemudian Alesha menggenggam tangan Alevan sambil menatapnya lekat, Alesha lalu merapikan poni Alevan yang agak berantakan.
"Kamu kenapa yang?" tanya Alesha. Alevan hanya memilih menggelengkan kepalanya tanda bahwa dia tidak apa-apa.
***
"Aku udah gak ada gunanya Cha. Sebagai papahnya anak-anak sama suami kamu" lirih Alevan bersamaan dengan kristal cair yang turun dari ujung netra coklatnya.
"Hey...siapa yang bilang kaya gitu, Le? Kamu gak boleh ngomong gitu, ya dan aku juga yakin...kamu bakal sembuh sayang."
Alevan menghela napas getir seyakin itukah Alesha? Bahkan dirinya sendiri saja sudah menyerah dengan kebutaan yang dia alami membuat mental Alevan turun secara perlahan.
"Ale. Besok kita jalan-jalan, ya? Biar kamu agak tenang" ujar Alesha memecah keheningan.
"Kemana, Cha?"
"Ke taman komplek. Aku udah lama banget gak kesana" Alevan hanya mengangguk setuju.
"Heheh...makasih sayang," kata Alesha langsung memeluk Alevan. "Sekarang kamu makan. Habis itu minum obat kamu dan gak ada penolakan!" lanjutnya tegas dikata terakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Husband (SELESAI)
Fiksi RemajaBELUM DI REVISI GAK TAU MAU KAPAN TUGAS NGELUNJAK SELESAI 1 DATENG ROMBONGAN😭 Start : 31 Mei 2020 Finish : 5 September 2020 Perjodohan? Kata yang sangat di benci oleh banyak orang, tapi itu yang terjadi pada gadis bernama Alesha. Dia harus mengiy...
