37. Tragedi dihari bahagia 2

5.4K 234 5
                                        

Hujan selalu datang pada saatnya dan tanpa kamu memintanya untuk datang.

"Kenapa?"

Alesha diam menatap orangtua, mertua dan kakaknya dengan mata yang sudah memerah, baru Alesha ingin menjawab tiba-tiba suara bariton Raidin menggema keseluruh rumah sakit.

"Raidin? Kamu–"

"Polisi sama detektif kita udah nemuin siapa pelakunya, dan Alesha harus lihat siapa yang jadi akar semua ini" potong Raidin.

Alesha mengernyit untuk apa dirinya harus melihat siapa pelaku tersebut, disisi lain dia senang kalau Raidin bisa menemukan pelaku dengan waktu yang sangat cepat.

"Raidin! Adek lo kekurangan darah" kata Diana yang dalam sekejap membuat Raidin membelalak kedua matanya.

"APA?!! YANG BENER LU DI" pekik Raidin yang suaranya menggema keseluruh lorong rumah sakit.

"Shut...B aja kali lu gak usah pake acara teriak-teriak kek begitu"

Raidin menggaruk tengukuknya yang tidak gatal untung lorong rumah sakit sedang sepi jadi dirinya tidak menjadi pusat perhatian. "Yaudah gue donorin darah gue, butuh berapa kantong? Gue siap! Demi adek gue"

"Alesha...kenapa kamu gak mau donorin darah kamu Sha? Ini suami kamu loh" kata Nagita menatap Alesha sambil mengelus rambut anaknya.

"Bukan Alesha gak mau mah! Tapi karena ini" kata Alesha sambil memegang perut ratanya.

Semua saling tatap dengan tatapan bingung. "Lo sakit perut Sha? Atau maag lo kambuh?" tanya Diana menatap Alesha khawatir.

Alesha menggeleng samar, apakah dia harus memberitahu orangtua, mertua serta kakak dan kakak iparnya lebih dulu?.

"Gue....gue ham–" ucapan Alesha terhenti saat pintu ruang oprasi terbuka.

Arsha keluar masih menggunakan baju oprasi dan maskernya, langsung Alesha, Raidin, Diana, Raka, Alena, Andara dan Nagita berdiri mengelilingi dokter yang menjadi kepercayaan keluarga Wardhana itu.

"Kak Arsha gimana adek gue?" tanya Raidin dengan tampang yang kelewat khawatir.

Arsha tersenyum saat melihat Raidin dan menatapnya lekat. "Syukur lo dateng Din, adek lo butuh banget donor darah tapi bank darah gak punya stok AB resus negatif"

***

Raidin sudah selesai dengan donor darahnya pada Alevan sekarang rumah sakit hanya butuh satu kantong darah lagi, Alesha duduk termenung dikursi depan ruang ICU dengan kedua matanya yang sudah memerah.

"Kak Raidin ayo kita ketemu sama dia" kata Alesha dengan suara serak.

Raidin menatap lekat Alesha kemudian dia berdiri dan berjalan mendekat kearah adik iparnya itu. "Tapi lu janji dulu sama gue....lo gak bakal marah atau sampai mukul dia" ucap Raidin mengelus pipi Alesha.

Alesha mengangguk memangnya kenapa dia harus mukul orang itu? Dia hanya ingin melihat pelaku penembakan suaminya dan jangan sampai dia emosi atau mengeluarkan kata-kata pedas.

#skip

Raidin dan Alesha sudah sampai dikantor polisi tempat sang pelaku berada sekarang. Kalian mau tahu bagaimana perasaan Alesha sekarang? Marah, penasaran, dan ingin bunuh orang itu yang dirasakannya. Orang itu tidak tahu siapa yang dia lawan sekarang! Ingatkan Alesha pada janjinya pada Raidin kalau dia tidak akan marah atau memukul orang itu.

My Perfect Husband (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang