Seseorang harus memiliki batasan akan obsesinya karena itu akan buruk bagi sekitarnya.
~Alevan Ardian Wardhana
Alevan kemudian mencoba menelepon Alesha dan berharap Alesha mengangkatnya sekarang. Namun saat semua tegang mereka mendengar suara dering telepon dari koridor.
"Jangan-jangan itu hp Echa" kata Alevan langsung berlari kearah sumber suara.
Alevan berhenti disatu titik dan dia menemukan sebuah tas ransel dan ponsel yang sangat Alevan kenal, itu adalah ransel dan ponsel milik Alesha.
"Ini tasnya Echa. Gue yakin kalo Echa ada disini" kata Alevan yakin.
"Kenapa lu bisa seyakin itu?" tanya Jingga. Alevan menatap Jingga dengan tatapan sulit diartikan.
"Maksudnya? Lu ragu sama gue Jin?" tanya Alevan sambil menaikkan sebelah alisnya.
Jingga menghela napas gusar dan menatap netra coklat Alevan. "Selama ini gue curiga sama hubungan lu dan Alesha, tapi gue milih diem karena gue pikir lu cuman sahabatan sama dia"
Semuanya terdiam sampai Laura mengangkat suara yang membuat Angga dan Aldiro menegang, sementara Riani hanya diam menikmati drama yang dibuat Jingga dan Laura.
"Gue gak mau su'udzon sama lu Van...tapi gue ngerasa lu sama Alesha punya hubungan lebih dari sekedar sahabat. Kalo lu cuman anggep Alesha sahabat lu gak bakal sepanik ini Van, atau lu sama Alesha punya hubungan khusus" kata Laura menatap Alevan dengan tatapan penuh selidik.
Skatmat!!!
Alevan menjadi merasa terpojok sekarang dan dia harus jawab apa sekarang? Mulutnya susah mengeluarkan sepatah katapun.
"Gue bakal jelasin setelah Echa ketemu"
Alevan berlari dengan tergesah-gesah dan membawa ransel dan ponsel Alesha, dia sangat yakin kalau gadisnya berada ditempat ini dan dia akan berusaha sekuat tenaga untuk menemukannya.
Saat didekat gudang sekolah Alevan memberhentikan langkahnya karena capek dan mengelap keringat yang mengucur dikepalanya, beberapa detik kemudian Alevan mendengar suara lirihan memanggil namanya.
"Ale"
Suara itu berasal dari gudang, dengan segera Alevan membuka gudang tapi ternyata gudang tersebut dikunci. Karena sudah penasaran Alevan memutuskan untuk mendobraknya, bodoamat kalo besok dia dipanggil keruang BK.
***
"Eh bentar bentar!" Angga mencegah Alevan yang ingin menobrak pintu tersebut.
"CK. Apaan sih lu Ngga?! Minggir lo!" ketus Alevan.
"Bentar! Lu mau dobrak nih pintu? Untung untung kalo didalem ada Alesha, lah kalo enggak percuma lu dobrak...yang ada lu bakal disuruh ganti entar" kata Angga.
Alevan menghela napas jengah. "Denger ya Angga. Kalo gua disuruh ganti nih pintu...gua bakal ganti seluruh pintu yang ada disekolah, kaga bakal ngaruh juga kerekening gua. Sana minggir!"
Alevan langsung mendobrak pintu itu dengan keras dan berhasil terbuka lebar, Alevan dibuat terkejut dengan apa yang dia lihat, sungguh apa yang sekarang dia lihat sangat membuat amarahnya memuncak sampai keubun-ubun.
Felycia dengan dua temannya sedang tertawa jahat menatap Alesha yang diikat disebuah kursi, Alevan sungguh marah dan tak tega melihat kejadian yang dia lihat sekarang. Dengan tanpa ampun Alevan menarik kerah baju seragam Felycia dan sontak membuatnya kaget.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Husband (SELESAI)
Teen FictionBELUM DI REVISI GAK TAU MAU KAPAN TUGAS NGELUNJAK SELESAI 1 DATENG ROMBONGAN😭 Start : 31 Mei 2020 Finish : 5 September 2020 Perjodohan? Kata yang sangat di benci oleh banyak orang, tapi itu yang terjadi pada gadis bernama Alesha. Dia harus mengiy...
