Happy Reading💙
......
Ketika mempertahankan terlalu egois, merelakan terlalu sakit.
Hari ini gue bukan sekedar rapuh, tetapi gue udah hancur.
💔💔💔
"datang juga lo" ucap Becca tersenyum miring menatap kearah Kafgan yang tengah sibuk mencari dimana keberadaan Areta.
"dimana Areta?" tanya Kafgan tak sabar
"gimana kalo kita santai-santai dulu?"
"Anjing! Mana Areta!" gertak Kafgan kesal
"Areta? Oh sekarang lo cintanya sama dia. Jadi bener kata Dewa waktu itu"
"KALO IYA KENAPA?!" Eren yang mendengarnya sedikit terkejut
"Areta atau Cassie?" tanya Becca tersenyum miring
"maksud lo?"
"Areta, Cassie, Heca, dan Eren. Mereka semua ada ditangan gue, karena Alfin pilih Heca. Sekarang giliran lo"
"maksud lo, apa!"
"lo harus pilih salah satu, siapa yang akan lo selamatin. Ini permainan dan ingat lo nggak boleh curang! Kalo lo pilih dua-duanya lo berarti kalah"
"gue nggak pernah ikutin permainan lo! Jadi sekarang dimana Areta?" tanya Kafgan datar
"lo nggak akan bisa menghindar dari permainan gue" ucap Becca tersenyum miring
"masuk!" titah Becca
Dua orang laki-laki masuk bersama dengan satu orang perempuan dengan kedua tangan yang diikat rapat-rapat.
"Areta?" ucap Kafgan hendak mendekat namun dengan cepat Becca langsung menghalanginya
"lo pikir semudah itu dapatin Areta" ucap Becca. Kafgan yang sudah tak sabar untuk membawa Areta pulang langsung menghajar Becca.
Perkelahian antara Kafgan dan Becca hampir seimbang. Namun, Kafgan mencuri kesempatan dan berhasil membuat Becca tersungkur kesakitan tanpa ampun Kafgan melanjutkan dengan memberikan pukulan pada tubuh Becca secara bertubi-tubi.
Becca yang setengah sadar masih bisa tetap tersenyum karena sebentar lagi, Kafgan akan hancur karena perbuatannya sendiri. Becca sangat yakin dia pemenangnya. Dendam yang selama ini dia lakukan akan berakhir hari ini karena keberhasilannya.
Kafgan yang melihat Becca setengah sadar langsung mendekat kearah Areta. Namun, dia dihalangi oleh kedua orang laki-laki tadi.
"minggir!" ucap Kafgan dengan napas tak beraturan. Emosi, khawatir, dan letih bercampur menjadi satu.
"udah biarin dia lewat" lirih Becca seraya meringis kesakitan. Setelah Kafgan mendekat kearah yang katanya Areta. Becca tersenyum miring, jebakan berhasil saat dia melihat Kafgan yang telah memeluk cewek itu.
Becca langsung memberi kode pada bawahannya agar segera memulai drama yang skenarionya dia buat sendiri.
"lo nggak apa-apakan?"
"iya, gue cinta sama lo, gue sayang sama lo. Jadi please...kembali lagi ke gue ya" pinta Kafgan sambil memeluknya dengan erat
Areta diam mematung dikala melihat ini semua, walaupun Areta tak tau siapa yang sedang berada dipelukan Kafgan itu tetapi kata-kata dari Kafgan yang membuat Areta terkejut.
"Ga.." lirih Areta merasakan kecewa yang teramat sangat karena Areta yang sudah mulai percaya dan ingin memberikan kesempatan kedua pada Kafgan tak akan terwujud. Areta juga sampai berharap Kafgan akan menyusulnya dan memeluknya dengan erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
KAFGANARETA [END]
Teen Fiction[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] 15+ Ketika mempertahankan terlalu egois, merelakan terlalu sakit. Berulang kali rapuh, patah hati telah aku lewati. Untuk saat ini aku masih berjuang sendiri tanpa adanya rasa yang dia beri. Cover by: @cindyliaa_ [High...
![KAFGANARETA [END]](https://img.wattpad.com/cover/216189772-64-k635177.jpg)