42. Areta Pergi

10.5K 419 34
                                        

"Ta" panggil Becca menatap punggung Areta yang bergetar dengan isakkan kecil

"gue balik duluan ya" ucap Areta pelan tanpa menunggu jawaban dari Becca dia langsung berlari entah kemana

"kalo diliat-liat kasian juga sih" gumam Becca menatap punggung Areta yang semakin lama semakin menghilang

Setelah menangis di taxi tadi, Areta telah sampai di depan rumah Mamanya. Dia memutuskan untuk tinggal disini entah sampai kapan.

"Ma..." panggil Areta ketika telah berada di dalam rumahnya

"loh, tumben kesini" ucap Nadya mendekati anaknya itu

"kamua kenapa, Re? Habis nangis ya? Siapa yang bikin anak mama sampai nangis begini? Sini bilang sama Mama!" heboh Nadya menatap wajah Areta yang sembab

"Ma..." lirih Areta langsung memeluk Mamanya. Dia kembali menangis, dia sudah tak tahan lagi dengan semua ini.

"kamu kenapa?" tanya Nadya sambil mengelus punggung anaknya agar tenang. Areta bungkam, dia belum siap untuk bercerita dengan Mamanya saat ini yang dia butuhkan hanya pelukkan kasih sayang dari seorang Ibu.

Nadya juga bisa merasakan anaknya yang sedang tidak baik-baik saja ini. Dia dapat mendengarkan betapa pilu isak tangis anaknya.

"makasih ya Ma, Areta ke kamar dulu" setelah hampir 10 menit Areta menangis dipelukkan Mamanya, dia memutuskan untuk ke kamarnya

"Re, kalo ada masalah cerita sama Mama ya, nak. Siapa tau Mama bisa bantu, tapi kalo emang kamu belum siap, Mama bakal tunggu sampai kamu siap. Kapanpun kamu cari Mama, mama bakal selalu ada" ucap Nadya mengelus pundak Areta

"makasih Ma..." lirih Areta dengan raut wajah terluka. Nadya dapat melihatnya, anaknya tengah terluka.

"iya sayang" ucap Nadya tersenyum tulus menatap anaknya itu. Setelah itu Areta langsung pergi ke kamarnya.

Clek

Setelah menutup pintu kamarnya Areta kembali menangis.

"sakit..." lirihnya dengan isak pilu yang tak tertahankan

"kapan ini berakhir..." gumam Areta dengan air mata yang turun dengan derasnya

Hampir 1 jam Areta menangis, sekarang dirinya terlihat lebih segar setelah mencuci muka. Areta tersenyum miring di depan cermin yang ada di kamar mandi.

"gue akan pisah sama lo" ucap Areta dengan penuh keyakinan

"Rere!" panggil Gavin yang baru saja sampai di rumahnya dan mengetahui bahwa adiknya itu pulang ke rumahnya.

"bentar" ucap Areta cepat-cepat keluar dari kamar mandi

"tumben pulang" ucap Gavin langsung menarik tangan Areta untuk duduk disisi ranjang

"emangnya nggak boleh?" tanya Areta dengan kesal

"boleh kok boleh, sensi amat sih"

"biarin"

"lo kenapa nangis?" tanya Gavin menatap Areta penuh selidik

"dih sok tau lo"

"nggak usah bohong lo!" ucap Gavin sambil menempeleng kepala adiknya itu.

"sakit bego!"

"ck..buruan kenapa?"

"disuruh Mama ya lo?"

"dih ngapain, ini inisiatif gue sendiri kali"

"terus tau darimana gue nangis?"

"tuh mata lo, bengkak begitu. Jadis siapa?" tanya Gavin mulai serius

KAFGANARETA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang