Ciee nungguin ya 👉👈
Happy Reading❤
.....
Berpisah atau bersama hal yang terlalu sulit untuk aku pilih. Namun, karena begitu mencintai, hati ini memilih untuk menetap.
.....
Masih terciptanya keheningan diantara mereka semua. Areta masih setia untuk bungkam. Disatu sisi Areta sangat ingin berpisah, namun hatinya berkata lain.
"Ta..." lirih Kafgan masih setia menunggu jawaban dari Areta.
"Apa? Lo bakal kasih gue apa kalo seandainya gue ngasih lo kesempatan," Pertanyaan dari Areta membuat Kafgan tersenyum kecil merasa dia akan mendapatkan kesempatan dari bidadarinya ini.
"Gue bakal lakuin apapun buat lo. Lo harus percaya sama gue Ta," Ucapan Kafgan membuat Areta tersenyum remeh. Percaya katanya? Ingin sekali Areta menertawakannya, butuh berapa kali Areta memberikan kepercayaan jika hasilnya Kafganlah yang menyakitinya.
"Bodoh nggak sih gue kalo ngasih lo kesempatan? Cowok yang jelas-jelas selalu nyakitin gue. Dan malah seenaknya minta gue supaya balik ke dia," ucap Areta kembali menghapus jejak air matanya.
"Tata, gue harus ngelakuin apa biar lo percaya," ucap Kafgan pasrah
"Gue mau lo jelasin semuanya, mungkin gue akan memilih untuk menetap karena gue terlalu cinta sama lo," Ucapan Areta yang terdengar jelas di telinga mereka membuat mereka melotot tak percaya. Apalagi Arga dia malah berdecak kesal mendengar penuturan Areta.
"Tata," panggil Kafgan masih tak percaya dengan kesempatan yang Areta berikan padanya.
"Gue tunggu penjelasan lo di dalam mobil," pamit Areta dengan senyum paksa mencoba mengikhlaskan semua yang telah terjadi padanya.
"Gue duluan ya," pamit Areta pada yang lain.
"Anjir," umpat Erwin masih tak percaya dengan keputusan Areta yang begitu mudahnya memberi kesempatan pada Kafgan.
"Fiks seharusnya gue pepet waktu itu," ucap Arlan melongo melihat apa yang terjadi barusan. Sedangkan Kafgan malah berjalan menuju mereka sambil tersenyum bahagia.
"Ck, beruntung banget lo dapat cewek kayak Areta. Daripada nih yang katanya sayang malah suka sama yang lain," merasa sindiran itu tertuju padanya Cassie hanya mendengus kesal sambil menatap Arga.
"Itu masa lalu, kalo sekarang saatnya gue tunjukin kalo gue bisa buat Tata bahagia," ucap Kafgan penuh keyakinan.
"Lo kasih pelet apa sampai Areta mau begitu," ucap Arga masih mengeluarkan uneg-uneg kekesalannya.
"Ck, nggak usah iri!" ucap Kafgan setelah itu pergi menyusul Areta.
"TAI LO!" umpatnya kesal. Arga masih tak terima karena Kafgan bisa mendapatkan Areta semudah itu sedangkan dia sama sekali belum ada kemajuan tentang hubungannya dengan Eren.
"Er," panggil Arga memelas
"Apa!" ketus Eren
"Balikan yuk," ajak Arga
"Gue nggak mau," tolak Eren setelah itu dia memilih pergi untuk pulang ke rumahnya. Daripada terus menatap Arga yang sedang memelas agar dikasihani.
"Dasar gagal move on," karena masih kesal dengan berani Cassie malah meledek Arga.
"Biarin itu artinya gue setia,"
"Anjir, serah lo!" Dengan perasaan dongkol Cassie memilih pergi karena jika berdebat dengan Arga dia pasti dikalahkan oleh cowok itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
KAFGANARETA [END]
Teen Fiction[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] 15+ Ketika mempertahankan terlalu egois, merelakan terlalu sakit. Berulang kali rapuh, patah hati telah aku lewati. Untuk saat ini aku masih berjuang sendiri tanpa adanya rasa yang dia beri. Cover by: @cindyliaa_ [High...
![KAFGANARETA [END]](https://img.wattpad.com/cover/216189772-64-k635177.jpg)