Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
●○●
«52»
"Alibi"
●○●
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
※※※
Sekali saja dalam hidup tidak bisakah Vega memiliki bagian yang disebut oleh orang orang hidup bahagia?
Tidak bisakah takdir yang baik menghampirinya?
Kenapa selalu dia disalah pahami? Padahal dia tidak melakukan apapun.
"Berhenti gak lo?!"
"Alfa jangan.."
Vega tidak bisa melawan kekuatan Alfa yang lebih bertenaga darinya.
Empat jam sudah rumor tentang fotonya di club malam tersebar di kampus.
Ini Vega, anak Teknik Arsitektur. Gila. Dia main nya sama om om! Pfft.. gue tahu bayar kuliah di UB emang gak dikit. Tapi masa iya gini?
Demi Tuhan! Itu salah paham. Sosok didalam gambar itu memang dirinya dan yang duduk disebelahnya bukan seorang lelaki paruh baya seperti yang diberitakan, dia mahasiswa teknik semester akhir, teman Alfa. Hanya saja wajahnya tidak terlihat dan posturnya yang agak tambun mendukung presepsi orang bahwa yang duduk disamping Vega adalah lelaki berumur.
Dan yang paling penting itu bukan club malam, hanya sebuah bar di pinggiran yang memang menyediakan minuman keras.
"Bangsat lo!"
Alfa tidak bisa mengendalikan amarah begitu ia bertemu dengan dua temannya yang bertemu dengannya di bar saat ia mengajak Vega.
"Hapus gak postingan bodoh itu! Maksud kalian apa coba?"
Salah satu teman nya menarik Alfa kebelakang, meski cowok itu meronta menolak untuk melepaskan.
"Sorry bro itu gue, salah gue.."
Alfa berbalik, ia sudah akan membogem lelaki itu jika saja Vega tidak menghalangi.
"Stop Fa, kita denger dulu penjelasannya. Kalo kamu gak mau tahan emosi, aku pergi sekarang.."