"Kalo kita baikan boleh?"
Alendra hanya diam, bingung. Gadis di depannya ini maunya apa sih? Alendra sudah bersusah payah mengubah sikapnya agar tidak terlihat memperhatikan gadis itu tapi Aileen justru seperti menaruh harapan untuknya.
"Nggak mau ya?" tanya Aileen lagi masih menatap Alendra dengan wajah datar namun polos dengan jari kelingking yang masih terulur.
Alendra menghela nafas pelan, kemudian laki-laki itu bangkit dari duduknya. "Kita nggak marahan, jadi nggak perlu baikan." Setelah mengatakan itu, Alendra keluar dari uks meninggalkan Aileen yang masih sama dengan posisi awal.
Aileen menghela nafas pelan, gadis itu menurunkan tangannya. "Nggak marah katanya?" ucap Aileen pelan.
Tiba-tiba saja pintu uks dibuka dengan sedikit kasar membuat Aileen terkejut. Keisha datang dengan wajah paniknya, gadis itu memegang lengan Aileen kemudian memutar-mutar tubuh Aileen membuat gadis itu mendegus.
"Kei," tegur Aileen.
Keisha menyengir kuda, gadis itu menatap Aileen serius. "Lo nggak diapa-apain kan sama Ravin? Gila tuh orang minta gue mutilasi."
Aileen hanya menggelengkan kepalanya.
"Lo serius gapapa? Serius nggak diapa-apain?" tanya Keisha lagi.
"Tadi ada Ale," jawab Aileen singkat.
Keisha bersedekap dada sambil menatap Aileen. "Sumpah ya Ai, gue tuh nggak habis fikir sama lo."
"Kenapa?"
Keisha menatap Aileen gemas. "Kenapa sih? Lo sama Kak Lendra musti temenan doang? Lo nggak suka gitu sama dia? Liat dong, dia tuh care banget sama lo. Jadian kek,"
Aileen menghela nafas pelan. "Emang kayak gini nggak cukup ya Kei?" tanya Aileen datar.
"Astaga! Coba deh lo mikir, Kak Lendra udah jelas-jelas suka sama lo. Lo pikir nggak sakit apa cuma dianggep temen." ujar Keisha greget.
Aileen hanya diam.
Keisha menghela nafas pelan kemudian gadis itu menarik tangan Aileen untuk keluar dari uks. Kedua gadis itu berjalan menuju kelas untuk mengambil tas karena ternyata bel pulang sekolah sudah berbunyi.
Dengan sengaja seseorang menyenggol bahu Aileen keras membuat Aileen hampir saja terjatuh ke lantai.
"Jalan pake mata dong Kak!" sewot Keisha sambil memegangi tubuh Aileen.
Aileen menatap gadis di depannya datar. "Ada masalah apa?"
Gadis itu menatap Aileen sinis. "Haus perhatian banget lo ya?"
Aileen menaikan alisnya bingung.
"Kak Kallista kalo gabut bilang aja, nggak usah nyari masalah." ujar Keisha sambil menatap Kallista tidak suka.
"Diem lo, gue nggak ada urusan sama lo," ucap Kallista pada Keisha.
"Dih, gue juga males kali punya urusan sama cabe kiloan kayak lo." ujar Keisha sambil menatap Kallista dengan tatapan jijik.
"Udah Kei, ayo ke kelas aja." ucap Aileen tidak ingin membuat masalah dengan kakak kelasnya itu.
Namun saat hendak berjalan bahu Aileen didorong oleh Kallista kuat.
Aileen menatap Kallista tajam. "Mau lo apa sih Kak?" tanya Aileen dingin.
"Lo itu caper tau nggak! Lo bikin rusuh sekolah buat apa? Buat narik perhatian Lendra kan?! Biar Lendra belain lo gitu?"
Aileen menatap Kallista tajam. "Lo kalo nggak tau apa-apa mending diem,"
Setelah mengatakan itu Aileen menarik tangan Keisha menuju kelas mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ailendra
Teen Fiction"Lendra, Ibu tanya sekali lagi ya? Cita-cita kamu kalo udah besar nanti apa?" "Nikah sama Aileen, Bu." "Alendra, Ibu serius." "Tapi kata Poya, Ale cuma boleh seriusin Ai, Bu." "..." ~12 Tahun Kemudian~ "Alendra Arkhana Mahatma! Kerjaanmu berantem t...
