A38 : Barbeque-an

18.6K 2.1K 1.7K
                                        

Kayaknya kalo sambil play lagu yg judulnya 'sempurna' seru.

Happy reading!

***

"Assalamu'alaikum, dengan manusia paling tampan di sini!"

"Sepedaaaa! Ada orang paling lucu datang yuhuu.."

"Spada goblok, sejak kapan jadi sepeda?"

"Ck, cintailah produk dalam negeri!"

"Bukan woi!"

"Terus apaan?"

"Cintailah dia sepenuh hati..."

"Bucin anjir,"

"Diam atau aku tampol sayang?"

"Sesama cowok nggak boleh saling sayang, baiknya kita baku hantam aja!"

Suara berisik dari luar rumah itu membuat dua gadis yang tengah menonton drama korea di laptop itu merasa terganggu.

"Itu siapa sih? Sekarang di komplek perumahan lo ada komplotan orang gila, Ai?"

Aileen, gadis yang tengah menikmati es krimnya itupun menggelengkan kepalanya. "Mungkin pengamen." jawabnya asal.

"Malem-malem gini ngapain ngamen depan rumah sih ganggu aja," ujar Keisha sambil beranjak dari duduknya.

"Kasih receh ntar juga pergi," ujar Aileen dengan wajah tidak peduli.

"Ayo ah temenin, takutnya orang jahat. Nanti kalo gue diculik, trus mereka ambil organ tubuh gue. Trus-"

"Trus duit hasil jual organ tubuh lo bagi dua sama gue," potong Aileen memutar bola matanya malas.

Keisha mendengus kesal, gadis itu menarik tangan Aileen memaksa agar gadis itu mau menemaninya membuka pintu. "Mending lo yang buka, ini kan rumah lo." ucap Keisha sambil mnedorong pelan tubuh Aileen agar berjalan di depannya.

Aileen masih asik dengan es krim di tangannya. "Lo ada receh nggak?" tanya Aileen dingin.

Keisha memasukan tangannya ke dalam kantong celananya mencari uang kecil di sana, saat sudah menemukan uang duaribuan gadis itu memberikannya pada Aileen. "Nih,"

Aileen mengambilnya kemudian keduanya berjalan mendekati pintu utama. Saat Aileen membuka pintu, mereka dikejutkan dengan kedatangan Alendra, Aber, Raden dan Cio yang tengah menenteng banyak plastik.

"Nih duitnya, sekarang pulang." ucap Aileen tanpa basa-basi memberikan uang dua ribuan itu pada Alendra kemudian gadis itu membalikan badan.

"Eits," cegah Alendra, laki-laki itu menarik hoodie kebesaran yang dipakai oleh Aileen dengan satu tangannya membuat gadis itu mau tak mau kembali menatap Alendra.

"Apa sih?" ketus Aileen sambil menatap Alendra datar.

"Siapa yang bolehin lo makan es krim malem-malem? Onty mana? Uncle? Sye?" cerocos Alendra.

"Kita sebagai penonton hanya bisa diam, hening dimulai." ujar Raden sambil menundukan kepalanya serentak.

Aber menepuk bahu Raden dengan raut wajah sedih. "Kapan ya Den, gue diperhatiin sama Lendra."

"Anjing!" umpat Raden sambil menoyor kepala Aber.

"Cari cewek deh lo sana, makin lama makin takut gue kalo lo jadi homo." lanjut Raden sambil menatap Aber ngeri.

"Kayak lo ada cewek aja Den," cibir Cio.

Alendra mengambil alih es krim di tangan Aileen, kemudian memakannya sampai habis membuat Aileen menatap laki-laki itu marah. "Lo kan masih sakit!"

AilendraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang