A35 : Dirawat Aileen

13.3K 1.8K 722
                                        

Hari ini adalah hari minggu, bagi seorang pelajar hari minggu adalah hari favorit mereka karena libur sekolah. Dan hari yang sangat tepat untuk bermalas-malasan. Tetapi itu tidak berlaku bagi Aileen Bellvania Arkarna. Gadis berwajah datar itu sudah rapih dengan celana panjangnya dan juga sweater berwarna putih yang sudah terpasang di tubuhnya.

Gadis itu berjalan ke dapur untuk mengambil minum. Namun kehadiran Mefla yang tiba-tiba berada di belakang Aileen membuat gadis itu sedikit terkejut.

"Masih pagi udah rapih aja, mau kemana?" tanya Mefla sambil mengeluarkan satu loyang kue dari oven.

Aileen tersenyum tipis sambil membantu Mommynya itu untuk meletakkan kue itu di piring. "Mau ke rumah Ale," jawab Aileen.

Mefla mengangguk, mengerti. Kemudian wanita itu mengambil separuh kue di loyang dan meletakannya di sebuah box plastik dan memberikannya pada Aileen. "Ini kasih buat Ale ya,"

"Kamu mau makan dulu? Tapi roti tawarnya habis, Mom lupa mau beli. Mau Mom masakin sesuatu?" tanya Mefla sambil menatap anaknya.

Aileen menggelengkan kepalanya pelan. "Belum laper," jawab gadis itu singkat.

"Ai ke rumah Ale dulu," pamit Aileen sambil mencium tangan Mefla.

"Tapi jangan lupa makan ya," ingat Mefla.

Aileen mengangguk, kemudian gadis itu berjalan keluar rumah. Jarak antara rumah Alendra dengan Aileen tidak jauh, hanya perlu melewati tiga rumah saja.

Tidak membutuhkan waktu lama, gadis itu sudah sampai di rumah Alendra. Aileen berdehem pelan, kemudian gadis itu mengetuk pintu.

Pintu itu terbuka, menampilkan seorang wanita yang tersenyum menyambut kedatangan Aileen. Siapa lagi kalau bukan Revi. "Ai, pagi banget datengnya? Ale belom bangun loh." ujar Revi sambil menggandeng Aileen masuk. Tidak lupa wanita itu menutup pintu rumahnya.

"Aunty lagi masak?" tanya Aileen karena mencium bau masakan dari arah dapur.

"Iya, mau nyiapin makanan buat Ale juga. Oh iya, hari ini Aunty sama Uncle ada keperluan diluar. Aunty bisa minta tolong jagain Ale nggak? Soalnya berangkatnya pagi-pagi banget gini." ujar Revi.

Aileen mengangguk. "Gapapa Aunty."

Revi tersenyum, wanita itu mengusap bahu Aileen pelan. "Makasih ya, kamu bisa ke kamar Ale langsung. Aunty mau langsung berangkat sama Uncle, nanti bilangin ke Ale ya."

Setelah itu Revi meninggalkan Aileen ke dapur. Sedangkan Aileen, gadis itu berjalan menuju kamar Alendra. Di pintu kamar laki-laki itu terpasang gantungan dari kayu yang bertuliskan 'Aileen's future husband's room'.

Astaga! Sejak kapan laki-laki itu memasang gantungan dari kayu dengan tulisan semacam itu di pintu kamarnya? Atau Aileen yang baru sadar?

Tanpa mengetuk pintu, Aileen segera masuk sambil membawa box yang berisi kue coklat buatan Mommynya.

Aileen mengerutkan dahinya saat tubuh Alendra terbalut selimut tebal, bahkan selimut itu hanya kepala Alendra saja.

Gadis itu meletakkan box berisi kue itu di meja belajar Alendra, kemudian gadis itu berjalan mendekati ranjang Alendra pelan-pelan. Aileen terkekeh pelan saat melihat Alendra yang tertidur dengan pulas.

Aileen memegang ujung selimut, gadis itu hendak membangunkan Alendra sekaligus mengejutkan Alendra tetapi-

"Ale bang-"

"ALE!"

Teriak gadis itu, saat selimut terbuka dan Alendra hanya memakai bokser pendek saja tanpa memakai baju.

AilendraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang