A31 : "Tugas Gue"

11.8K 1.8K 743
                                        

Alendra baru saja dari kantin bersama dengan Aber membeli minuman, kedua laki-laki itu berjalan beriringan. Banyak mata yang menyorot pada kedua laki-laki itu.

Aber, laki-laki itu membalas tatapan-tatapan yang mengarah padanya dan Alendra dengan kecupan jauh sambil mengedipkan matanya.

"Lo ngapain sih, Ber?" tanya Alendra heran sambil menatap Aber yang masih saja melakukan kegiatannya itu terutama pada adik kelas perempuan.

"Hust, diem deh lo Len. Gue ini lagi menebar aura kegantengan gue," ujar Aber tanpa menatap Alendra.

Alendra mendengus kesal. "Mata lo kenapa? Kejang-kejang?" tanya Alendra.

Aber menatap Alendra yang berada di sampingnya. "Sejak kapan mata bisa kejang-kejang?" tanya Aber.

"Oh iya, tumben lo bener." ujar Alendra santai.

"Mata gue bukan kejang-kejang, tapi lagi pembersihan dosa karena terlalu sering zina mata." ucap Aber dengan wajah dibuat polos.

"Goblo, percuma dibersihin kalo habis itu lo kotorin lagi." ketus Alendra.

"Tapi gapapa kalo ngotorinnya ngajak-ngajak gue." lanjut Alendra sambil cengengesan.

"Anjing," umpat Aber sambil menatap Alendra.

"Hayuk lah bang kita kotorin mata berjamaah," ajak Aber.

Alendra menimpuk kepala Aber dengan botol air minum yang di pegangnya, tidak terlalu keras namun mampu membuat Aber meringis kesakitan. "Besok gue ajak ke Pak Ustadz ya Ber, lo kayaknya perlu diruqyah."

"Ngapain di ruqyah, orang gue setannya." celetuk Aber dengan wajah tanpa dosa.

Tanpa sengaja keduanya berpapasan dengan Aileen dan juga Ravin. Alendra segera memalingkan wajahnya saat Aileen menatapnya.

"Eh ada Neng Aileen tjakep. Kok-"

"Eh eh,"

Belum sempat melanjutkan ucapannya Aber sudah ditarik oleh Alendra. Dan saat kedua laki-laki itu pergi dari hadapan Aileen dan juga Ravin, dengan cepat Ravin menarik tangan Aileen. Terlihat Ravin menarik Aileen dengan terburu-buru.

Ravin membawa Aileen ke belakang sekolah. Aileen dengan segera menghempaskan tangan Ravin. "Ngapain sih," ketus Aileen sambil menatap Ravin tidak suka.

"Gue suka sama lo." ucap Ravin sambil menatap mata Aileen.

Aileen menatap Ravin dingin. "Gue nggak suka sama lo, Ravin." ucap Aileen apa adanya.

"Kalo gitu ijinin gue bikin lo suka sama gue,"

Aileen menghela nafas pelan. "Nggak usah buang-buang waktu. Minggir,"

Saat Aileen hendak melewati tubuh Ravin, dengan sekali hentakan tubuh Aileen terpojok pada tembok dengan tubuh Ravin yang menguncinya.

"Lo apa-apaan sih?!" ujar Aileen marah sambil mendongak menatap wajah Ravin yang sangat dekat dengannya.

"Lo harus suka sama gue!" bentak Ravin.

Ravin semakin mendekatkan wajahnya sedangkan tubuh Aileen sudah bergetar ketakutan gadis itu berusaha memberontak namun kekuatan Ravin tidak sebanding dengannya. Aileen hanya bisa menitihkan air matanya saat wajah Ravin semakin mendekat dengan mata terpejam.

Seolah tersadar, Ravin membuka matanya kemudian melihat wajah Aileen yang sudah basah oleh air mata. "Ai gue min-"

"Bangsat!"

Bugh!

Dengan sekali tonjokan, Ravin sudah terjatuh di tanah. Ravin mendongak menatap siapa yang baru saja menonjoknya.

AilendraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang