"Huaaaaah!"
"Papaaaa!"
Jaehyun mengurut dahinya. Kembar sakit. Mereka lepas dari pengawasan Jaehyun kemarin. Lolos hujan-hujanan.
Jaehyun tertatih menenangkan Jeno. Beruntung Jaemin lumayan mandiri. Dia memeras kompres dan menempelkannya sendiri.
"Jeno sakit." tangan Jaemin menahan kompres sementara tangan yang lain menepuk bahu Jeno.
Jaehyun menepuk-nepuk punggung Jeno. "Iya. Sakit."
"Kok Papa tidak sakit?" tanya Jaemin.
"Karena Papa tidak hujan-hujanan." jawab Jaehyun.
"Hidup Papa tidak asyik. Siapa suruh tidur." Jaemin mendecak.
"Heh." Jaehyun menyentil dahi Jaemin.
Jeno menangis sampai terbatuk. Jaehyun berdiri sambil mengayun Jeno. Kasihan Jeno.
"Pa, Jaemin boleh ambil minum buat Jeno?" izin Jaemin.
Jaehyun mengangguk tersenyum. "Boleh."
Dengan satu tangan memegang kompres di dahi, Jaemin melesat ke dapur. Tidak lama dia kembali. Ada embun di gelas plastik untuk Jeno.
"Kok air dingin?" tanya Jaehyun.
"Kan Jeno panas. Ya dikasih dingin dong, Pa." jawab Jaemin.
"Ya ampun." Jaehyun semakin pusing.
