[ sugar rush - part 27 ]
Hidup itu penuh kejutan. Begitu kebanyakan orang menganggapnya karena sudah terbukti beberapa kali dipermainkan oleh roda kehidupan. Kali ini, Adrian juga mengalaminya. Kejutan yang sama sekali tidak terpikirkan olehnya akan ia terima di saat seperti ini. Saat dia hanya ingin menghampiri Haikal yang sudah menjemputnya untuk pergi bermain billiard.
Sabtu pagi itu, disaat seharusnya Adrian tersenyum sumringah karena pada akhirnya hari dimana dia punya waktu untuk beristirahat sudah tiba, lelaki itu malah mengawali harinya dengan senyum masam kala mendengar ucapan teman mamanya Hana yang kebetulan sedang mampir ke rumah.
"Eh, Adrian, yaampun... Sudah besar banget ya... udah lulus kuliah belum sih?"
Dengan terpaksa, Adrian menyunggingkan senyum tipis, kemudian menggeleng. "Belum, Tante. Lagi skripsian sekarang hehehe," balasnya lengkap dengan kekehan canggung. Adrian harap wanita empat puluh tahunan itu bisa menangkap rasa tidak nyaman yang sengaja dia tunjukkan lewat suaranya.
Tapi bukan itu yang Adrian permasalahkan. Justru disaat Adrian kira basa basinya dan para sahabat ibu tirinya itu sudah selesai, si sulung keluarga Bagaskara itu malah disuguhi pertanyaan yang membuatnya benar-benar terkejut hingga kedua matanya membulat sempurna. Ini lah permainan kehidupannya dimulai.
"Umur berapa sih kamu, Adrian? Kapan rencana mau nikah?"
Demi Tuhan, Adrian bingung saat dia dapat pertanyaan seperti itu. Masalahnya, seumur hidup dia bernafas di bumi, dia tidak pernah terbayang akan disuguhi topik pembicaraan seputar pernikahan di usianya yang sekarang. Yang bahkan selesai sidang skripsi dan lulus secara sah pun belum terlihat hilalnya karena masih lumayan jauh.
Lucu sekali hidup. Bisa-bisanya disaat dia ingin pergi untuk menghilangkan beban pikirannya yang ada di kepala, kini dia malah harus menambah apa yang sudah tidak kuasa dia bendung dalam dirinya dengan beban baru yang bahkan hanya berupa pertanyaan singkat.
Menikah.
Tidak pernah terbayangkan sama sekali dalam pikiran Adrian tentang kata sakral itu dan bagaimana merealisasikannya.
Adrian bersyukur karena ibu tirinyaㅡwanita yang biasa dia panggil Tante Meilia itu memahami situasinya dengan sangat baik. Dia tertawa sebentar, sebelum membalas ucapan sahabatnya dengan senyum tipis.
"Ah... Adrian masih 22 tahun, Sof. Baru kemarin juga genap usianya. Terlalu jauh untuk mikirin nikah, sekarang mah anaknya lagi fokus sama karier..." ucap Tante Meilia lembut, tidak berniat menyinggung sahabatnya yang sudah terlalu antusias untuk mendengar jawaban dari Adrian.
Bukannya sadar dengan gelagat Adrian dan ibu tirinya yang sedikit tidak nyaman dan bingung, teman Tante Meilia yang lain malah menghujaninya pertanyaan lagi. Adrian ingat dengan jelas siapa wanita yang sekarang sedang menatapnya sendu sambil tersenyum itu. Dua tahun lalu, Adrian dipaksa oleh sang Ayah untuk mencoba menjalin hubungan dengan Clarissa, putri dari kerabatnya yang bisnisnya sedang melonjak.
"Ah... Sophia... Di umur Adrian sekarang ini sedang asyik-asyiknya nikmatin masa pacaran dulu. Betul bukan, Adrian?" Suara itu terdengar lembut, namun penuh sindiran yang dengan sangat jelas dapat Adrian tangkap tanpa perlu berpikir. Memang kejadian perjodohan itu sudah cukup lama, tapi Adrian tahu pasti kalau Tante Monica masih begitu membencinya karena menolak sang putri.
"Iya, Tante." jawab Adrian, menyetujui apa yang tadi diucapkan oleh teman sang ibu tiri. Tidak ada gunanya juga berbohong, lagipula yang dikatakan olehnya memang benar adanya. Adrian masih menikmati waktu mudanya, masih menikmati sebagaimana dia bahagia berpacaran dengan Ale.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sugar Rush ; kookmin
Fiksi Penggemarjungkook & jimin as a college student versi lokal top!jk bot!jm boyxboy | semi-baku, KOOKMIN LOKAL au❗️a bit mature © 2019,bellybees
