Saodah bangun lebih awal, hari ini adalah hari spesial karena Bagas akan perform bareng teman-teman satu bandnya dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Dan bagi Saodah perut kenyang adalah kunci dari sebuah keberhasilan, mangkanya sarapan pagi adalah wajib bagi keluarga yang selalu terlihat kompak luar dalam itu.
“Wah, masak apa Mak? Biar Arum bantu ya,” sapa Arum usai menunaikan salat subuh.
“Tentu, Arum bantu buat dadar telur ya. Emak mau masak nasi uduk istimewa nih,” seru Emak bersemangat. Dengan cekatan Arum mengambil teflon dan telur dari dalam kulkas, bayangan nasi uduk di tambah sambal terasi, membuat Arum menelan salivanya.
Bagas yang baru keluar dari kamar mandi langsung di sambut aroma nasi uduk yang menguar. Ia pun tergoda mendekati Emak dan Arum seraya mencomot irisan telur dadar. “Bagas... Eh, nanti sarapannya jangan banyak-banyak takutnya pas manggung sakit perut kan bahaya,” ujar Arum yang lantas dibalas cibiran dari sang adik.
Somad, Saodah, Arum, Satrio telah memakai baju terbaik mereka, sementara Bagas sebagai artisnya hari ini tampil mengenakan kaos oblong Nirvana dipadukan dengan jaket denim hitam plus ripped jeans dan sepatu converse, terakhir di permanis dengan topi fedora yang di beri hiasan sebuah bendara kecil merah-putih.
“Duh, adik Mbak cakep banget, pantesan Mila sama Es...” Belum selesai Arum berucap Bagas langsung protes, ia tak ingin mendegar nama Esti.
“Jangan sebut nama dia lagi lah, Mas Satrio kali tuh yang naksir. Gue mah ogah.” Satrio balas melotot ke arah adiknya. Melihat gelagat bakalan ada perang dunia ke sepuluh Saodah langsung mengiring anak-anaknya itu ke meja makan, di susul Somad.
“Alhamdulillah, sebelum kita mulai sarapan, kita tunggu sebentar kedatangan Ratih dan juga teman-teman yang kemarin baru bergabung dengan Saodah gokil,” ujar Saodah dengan wajah berseri-seri.
“Assalamu’alaikum,” suara salam, menandakan yang dinanti telah tiba. Satrio yang membukakan pintu meminta semuanya untuk bergabung bersama-sama di meja makan.
Setelah semua kumpul, Saodah mulai memperkenalkan anggota baru Saodah gokil secara resmi.
“Nama nya Bu Ningsih dan Dodi mereka berdua akan membantu Ratih untuk menghandel tumpukan setrikaan yang menggunung.” Setelah itu masih ada Amel dan juga Bagus, mereka juga akan membantu gokil tapi keduanya hanya bekerja paruh waktu, apabila setrikaan menumpuk keduanya siap membantu.
Setelah sesi memperkenalkan diri berakhir, semua akhirnya bisa menikmati sarapan nasi uduk dengan lahap.
“Nasi uduk ini Emak buat sebagai bentuk rasa syukur atas bangkitnya Saodah gokil. Dengan personil yang semakin solid dan cakupan armada yang semakin banyak. Sukses untuk kita semua dan juga untuk Bagas dan kawan-kawan yang nanti akan tampil. Aamiin...”
Seusai sarapan, semua berbondong-bondong ke sekolah Bagas. Apalagi kalau bukan hendak menyaksikan penampilan terbaik Bagas, memberi semangat dan menyaksikan keriuhan acara perlombaan antar sekolah dan tahun ini Sekolah Bagas di tunjuk sebagai tuan rumah, acara yang dihelat setahun sekali itu.
Di Sekolah, suasana meriah tergambar jelas. Aneka dandan sampai berbagai merk parfum tertangkap oleh penciuman Saodah, ia mendadak sedikit pusing.
Buru-buru di ambilnya minyak gosok dari dalam tas tangannya. “Sungguh, membaui minyak gosok masih lebih keren,” batin Saodah merutuki kebiasaannya.
Bagas, meminta ijin untuk bergabung bersama rekan-rekannya di belakang panggung. Sementara Somad dan rombongannya duduk di deretan penonton. Tak di sangka Panji dan keluarga juga tampak hadir memberikan dukungan.
Acara pembukaan telah di mulai kata sambutan dari Bapak kepala sekolah, ketua panitia penyelenggara acara hingga doa. Walau cuaca panas mewarnai selama jalannya pertunjukkan tak menyurutkan semangat para peserta. Demikian juga dengan tim Bagas, Deni, Aryo, Haris dan Sita. Mereka adalah penampil ke keempat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Gokil
HumorYang namanya keluarga itu harus saling mendukung kan? Ngga mungkin banget kalau sebuah keluarga itu adem ayem terus. Pasti ada pasang surutnya. Namun, yang paling penting dari itu semua adalah bagaimana mereka saling dukung, saling bantu, dan bekerj...
