AQEEVA | 20

217 25 2
                                        

"El"panggil Jihan.

"Ya?"jawab Elfathan.

"Gue mau nanya"ucap Jihan.

"Nanya lagi"ucap Elfathan.

"Ya kan gitu, malu bertanya sesat di jalan"ujar Jihan.

"Nanya mulu kapan jalan"sambung Elfathan.

"Serius anjim"ucap Jihan kesal.

"Iya iya, ada apa?"tanya Elfathan.

"Kalau misalnya lo tau kalau seseorang melakukan kejahatan, tapi lo gak bilang ke siapa-siapa, itu salah gak sih?"tanya Jihan.

"Ya salahlah. Menyembunyikan kesalahan orang lain itu sama aja lo kayak membelikan amer untuk seseorang walaupun lo gak ikut meminumnya"jawab Elfathan.

"Tapi gue serba salah El. Kalau gue beritau semua ini ke orang lain, gue akan melanggar janji gue. Kalau gue gak beritau, kejadian buruk akan terus terjadi"ucap Jihan.

"Melanggar janji demi kebaikan itu gakpapa Jih. Emang apa sih yang lo sembunyiin?"tanya Elfathan.

"Mungkin suatu saat lo bakal tau El, tapi gak sekarang"ucap Jihan.

"Terserah lo deh, tapi saran gue kalau rahasia dan janji lo itu sudah merugikan orang lain, mending bongkar semuanya aja deh"ucap Elfathan.

"Gue takut gue dijauhi karena menyimpan rahasia ini bertahun-tahun lamanya"ujar Jihan.

"Lebih baik telat daripada nggak sama sekali"ucap Elfathan santai.

"Ngomong aja lu mudah"ucap Jihan.

"Iyalah mudah. Udah mudah, gratis lagi"ucap Elfathan.

"Terserah lo deh El, kesel gue sama lo"ucap Jihan.

"Tirsirih li dih il, kisil giwi simi li"ucap Elfathan.

"Bacot anjim"ucap Jihan.

"Bodo amat, Jihan jelek"ucap Elfathan.

"Awas aja lu nanti kalau suka sama gue ya"ucap Jihan.

"Nggak mungkin, hati gue udah ada yang ngisi"ucap Elfathan.

DUARRR......

Bagai tersambar petir di siang bolong, hati Jihan seakan tertusuk ribuan jarum tajam yang menikam setiap geraknya. Jihan terpaku dan terdiam.

Elfathan yang menyadari perubahan Jihan langsung menggodanya.

"Jih"

"Jih"

"Jihan"

"Jihan Syahlaa"

"Jihaaaan"

"Syahlaa"

"Rayinana"

"Graxon"

"Jihan Syahlaa Rayinana Graxon"

"JIHAAAAAAAAAAAAN"

Teriakan Elfathan membuat Jihan terlonjak kaget dan tersadar dari lamunannya.

"Eh eh? Ada apa?"tanya Jihan.

"Lu gue panggil daritadi nggak nyahut, kenapa lo? Aahhh gue tau lu pasti cemburukan gue udah suka sama yang lain, lu pasti sakit hatikan, ngaku lo ngaku"ucap Elfathan.

"Eh makhluk astral, kepedean banget lo jadi orang, lagian siapa sih yang bisa suka sama makhluk dekil bin tengil kayak lo"ucap Jihan.

"Kemakan ucapan sendiri mampus lu"ucap Elfathan.

AQEEVATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang