Syahna, Jihan, dan Keano pergi ke suatu tempat yang sangat sepi dan sunyi, yaitu lembah pada siang hari.
"Huft....... Gimana ya cara bujuk Aqeeva?"tanya Syahna.
"Lah mana saya tau, saya kan ikan"ucap Keano.
"Gak lucu"ucap Jihan.
Tiba-tiba ponsel Jihan berbunyi menandakan ada chat masuk.
Shakila Adelina Christie Aurixa
Woi Jih
Lu dimana?
"Haduuh, Shakila chat lagi"ucap Jihan panik.
"Tinggal bales aja susah"ucap Keano.
"Ngomong enak lo"ucap Jihan.
"Emang"ucap Keano. Lalu ponsel Jihan berbunyi lagi.
Shakila Adelina Christie Aurixa
Heh? Parah nih bocah
Diread aja, gue tampol juga lu
Ih iya iya
Kenapa?
Lo buta?
Tadi gue nanya lo dimana?
Belahan bumi
Bangsyat
Cepetan lo dimana?!
Apa urusannya sama lo?
Bukannya lo udah gak peduli?
Nggak peduli sama apa dan siapa?
Sama gue dan Syahna?
Kegeeran luu
Kalau gue nanya lo dimana
Berarti gue masih peduli sama lo
Gue benci bukan sama lo
Tapi sama teman lo
Naahh sama aja kan
Bodoamat
Lu bela kita atau dia?
Oh ayo lah Shakila
Kita bukan anak kecil lagi
Masa bertengkar kayak gini sih
Oh oke fine
Gakpapa sih lo memihak Syahna
Bye
(Read)
"Udah udah, lu pergi aja"ucap Syahna.
"Gak gak gak, tetap gak"bantah Jihan.
"Gue jamin, besok kabar ini bakal viral"ucap Keano.
"HAH?!"kaget mereka berdua.
"Wah jangan ngadi-ngadi lu, di sinikan cuma kita berlima aja yang tau, bahkan teman-teman lo nggak tau"ucap Jihan.
"Kalau lu berdua nggak percaya yaudah. Disini tuh banyak anak-anak sekolah kita main di sini. Apalagi El sama Al itu rebutan para siswi, pasti bakal ada satu atau dua siswi yang ngintilin mereka dan kalian? Kalian juga udah jadi bahan gosip gara-gara dekat sama El and the geng"jelas Keano panjang lebar.
"Awas aja kalau lu yang ngumbar"ancam Syahna.
"Idih, buat apa gue ngumbar-ngumbar masalah orang lain? Sorry dulu, sebejat-bejatnya gue, gue bukan netizen ya"ucap Keano.
KAMU SEDANG MEMBACA
AQEEVA
Teen FictionIni tentang anak perempuan yang hidup, tapi dimatikan berkali-kali. Keluarganya lengkap namun, komunikasi dan keharmonisannya tidak baik, bentakan, kata kata yang tajam dan menusuk, serta umpatan dan terus dibanding-bandingkan. Kata-kata yang sakit...
