Karena ini chapter terakhir jadi lumayan panjang, sebelumnya silahkan ambil nafas dalam-dalam lalu hembuskan. Kalau sudah, happy reading:)
"Aecha, kau darimana saja?"
Gadis dengan rambut dikuncir kuda itu menoleh mendapati pamannya berlari kearahnya dengan tergesa. Gadis dengan marga Kim itu mendengus kesal ketika Jungkook merangkul pundaknya tiba-tiba.
"Uncle tadi mencarimu ke sekolah tapi tidak ada, wali kelasmu bilang kau tidak berangkat hari ini. Kemana saja, hm? Jangan bilang hari ini kau membolos."
"Apa pedulimu? Uncle yang bilang sendiri kalau masa muda harus mencoba banyak hal. Bukan begitu? Lagi pula aku baru membolos lima kali di semester ini."
Skakmat.
Jungkook ingat betul perkataannya setahun lalu tepatnya ketika gadis itu menginjak umur 14 tahun. Tapi bukan seperti itu maksud perkataannya, ia hanya tidak ingin jika putri semata wayang kakaknya itu tersesat pada jalan yang buruk seperti ia dulu.
"Maksud uncle bukan seperti itu. Masa muda memang harus mencoba banyak hal, tetapi hal disini bukan yang negatif seperti membolos. Kau boleh mencoba banyak hal yang bisa mengasah bakatmu. Kau suka menyanyi kan? Maka tekuni itu, sampai kau bisa meraih kesuksesan dari apa yang kau sukai."
"Ck, kata siapa aku suka menyanyi?" kata Aecha dengan nada ketus.
"Dari ibu gurumu itu," jawab Jungkook diiringi dengan senyum yang terlihat aneh dimata sang gadis.
"Apa Lisa eonnie yang memberitahumu?"
"Ya, memangnya kenapa? Kenapa kau terkejut seperti itu?"
"Aishhh! Dia membual! Sudah aku bilang jangan memberitahu orang lain kalau aku ikut ekstrakulikuler paduan suara," gerutu Aecha, ia merasa terkhianati sudah membicarakan kegiatan sekolahnya pada Lisa yang selama sembilan tahun ini tinggal bersama menjadi walinya.
"Sudah-sudah jangan kesal padanya, Lagipula buat apa malu mengakui kalau kau suka menyanyi? Uncle justru senang mendengar kabar itu, uncle harap kau bisa menjadi penyanyi terkenal nantinya," kata Jungkook mencoba memberi energi positif pada keponakannya itu.
"Yakk! Uncle bilang seperti itu karena ingin membela Lisa eonnie kan?"
Jungkook membulatkan matanya, ia memasang ekspresi terkejutnya.
"Eh? Buat apa uncle membelanya?"
Gadis dengan seragam sekolah yang terbalut jaket itu mendesis lalu memutar bola matanya malas. "Mengaku saja lah, karena uncle kemarin mengencaninya bukan?"
Jungkook tercekat, ia membisu sekarang, "Hah? Tentu saja tidak," sahut Jungkook gelagapan.
"Ayolah, siapapun pasti tahu gelagat orang yang sedang kasmaran. Uncle lupa, kalau selama ini aku tinggal di apartemen bersama Lisa eonnie? Kemarin aku tidak sengaja melihat mobilmu di depan apartemen dan saat itu juga Lisa eonnie keluar dari mobil," terang Aecha, lalu melepaskan rangkulan Jungkook di pundaknya. Gadis itu memilih mendahului langkah Jungkook yang masih terpaku.
"Hei, mau kemana lagi?Masa uncle jauh-jauh mencarimu ditinggalin begini?" panggil Jungkook setelah beberapa detik berlalu dan menyadari jika keponakannya sudah di depan sana.
Aecha mendesis, "Masa bodoh. Aku tidak peduli. Aishh! Aku tahu kenapa tiba-tiba uncle mencariku! Biar kutebak, kau disuruh Kim Taehyung untuk menemuiku kan?"
Glup.
Jungkook menelan ludahnya kasar. Tampaknya kedatangnnya ini sudah terlalu mudah terbaca oleh Aecha.
KAMU SEDANG MEMBACA
[2] She is Mine
Fanfiction(END) "Dalam keadaan apapun itu jangan biarkan hatimu kosong dan putus asa, karena hanya hati yang kosong lah bisa mendatangkan iblis dengan segala godaannya yang akan menjerumuskan mu dalam kegelapan." Jennie Kim, seorang model fashion yang sedang...
![[2] She is Mine](https://img.wattpad.com/cover/184194926-64-k59411.jpg)