-Ketika arah garis yang dilalui, kini sudah tidak sama lagi-
Ketika satu pihak memutuskan berbalik arah dan tak mau berjalan searah lagi, maka pertentangan dan perbedaan akan terjadi.
"Gue benci sama lo."
"Kamu nggak jago bohong, Aya."
"Lo nanti kul...
up kalo disuruh, karena butuh semangat dari ayang buat nulis 😿
Absen duluu yuu! kamu lahir di bulan apa?
⚠⚠⚠ (chapter ini lumayan panjang. bonus karena up lama. btw baca sampai akhir yaa! karena aku ada ngasi spoiler sesuatu di paling bawah)
Selamat Membaca 🌓
(14.30 WIB)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
18 - Gara-GaraMarvel
NAMUN, perkataan cowok itu selanjutnya langsung membuat Athaya berhenti meronta. Terdiam dengan mata yang melebar.
"Gue nggak menjamin keselamatan lo kalo lo terus-terusan berisik dan nggak bisa diam."
Athaya menahan nafas. Jantungnya berdegup kencang. Dia sungguh tidak tahu harus berbuat apa di situasi seperti ini. Otaknya seakan buntu dan tidak bisa berpikir jernih.
"Bisa diam, kan?" ujar orang itu dengan nada rendah.
Dengan muka yang hampir memucat, Athaya mengangguk menurut. Dia mencoba mengontrol dirinya dan menuruti ucapan cowok itu untuk tidak berisik ataupun bersuara.
Marvel menajamkan indera pendengarannya. Cowok dengan wajah penuh luka lebam itu melepaskan tangannya dari mulut Athaya, kemudian mundur beberapa langkah dan mengintip dari balik tembok.
Tak lama setelah itu, Marvel menghela nafas lega ketika melihat gerombolan cowok mengenakan seragam putih abu-abu dan jaket kulit hitam sudah pergi dari sana. Untung dia bisa lolos dari mereka. Jika tidak, mungkin keadaan lukanya akan lebih parah dari sekarang!
Cowok itu lalu berbalik. Mengernyit ketika melihat cewek di depannya hanya diam seperti patung, dengan muka yang terlihat takut. Mimik wajah itu membuat Marvel tergelak.
Tanpa sadar, tangan Marvel terulur mengacak rambut Athaya, membuat sang empu tersentak. "Nggak usah tegang gitu mukanya," kata Marvel.
Athaya spontan menepis tangan Marvel dari puncak kepalanya. Tidak terlalu kuat, tapi bisa membuat Marvel cukup terkejut melihat respon cewek itu. Perasaan itu tak berlangsung lama. Karena selang beberapa detik setelahnya, tawa pelan keluar dari mulut cowok itu.
Marvel memicingkan mata. Tunggu-tunggu! Sepertinya wajah cewek di depannya ini tidak asing. Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?