29. End of Storm

34 6 0
                                        

Ana, storm dan zarla yang berada dalam pelukan storm ikut terbawa ke shadow kingdom.

"Di mana obat penawarnya"Ana melihat sekeliling kastil ini sepi tidak ada yang menjaga.

Kastilnya sepi karena Storm mengerahkan semua pasukan bayangan menyerang earth kingdom.
Ana teringat tadi sebelum masuk kastil earth kingdom harus melawan dan membuat pingsan puluhan orang pasukan bayangan.

Jika saja black tidak meminta bantuan ana.
Ana tidak akan tau kalau earth kingdom dalam bahaya.
Untung saja ana menginap di sun kingdom, jadi bisa mendapat penglihatan dari black.

"Di kamarku"ucap storm meletakkan tubuh zarla di rerumputan.

Tubuh zarla menguap berubah menjadi asap hijau ketika terkena sinar matahari.

Ana menyentuh bahu storm lagi mereka teleport ke kamar storm.

"Cepat berikan obat penawarnya!"Perintah ana waspada tangan kanannya masih ungu.

Storm menuju mejanya membuka sebuah laci mengambil sebuah botol.

"Apa itu obat penawarnya?"Tanya ana.

Storm membuka sumbatan tutup botol Asap berwarna merah muda keluar.

"Kau akan menjadi milikku menggantikan flower"Ucapnya tertawa .

Ana tidak sempat menghindar asap itu keburu terhirup olehnya.
"Apa ini"Ucap ana tubuhnya limbung.

Tubuh ana tidak lagi di selimuti sinar ungu.

Ana mencoba mengendalikan dirinya..
Kalau racun seharusnya tidak akan apa-apa karena purple stone bisa menyembuhkan racun.

"Ini adalah racun hasrat"ujar storm memeluk ana.

"Kita akan bersenang-senang sekarang" Storm menggendong tubuh ana, menaruh ana ke tempat tidur.

Kepala ana pusing..
Tubuhnya lemas tidak bisa melawan.
Apa purple stone sengaja tidak membantunya kali ini..

Nafas ana memburu..
Sial gue bahkan nggak bisa teleport.

Ini bahaya..
Racun hasrat itu mulai menyebar di tubuh ana.

Storm melepas pakaiannya..
Tersenyum jahat mendekati tubuh ana.

"Jangan mendekat"ucap ana.

Storm kini berada di atas tubuh ana"kau akan menjadi milikku"ucapnya membuka resleting jaket ana.

Tidak ada pilihan lain pikir ana.

"Ini akhir hidupmu"Ucap ana tersenyum sinis
"Purple sword bunuh dia!"Perintah ana.

Sebuah pedang ungu melesat terbang menembus punggung storm.

Storm kaget..berteriak kesakitan..Matanya melotot..
Storm Lupa kalau masih ada purple sword yang melindungi ana.

Nasibnya sama dengan violeta.

Tubuh storm jatuh menimpa tubuh ana.

Ana mendorong tubuh storm ke samping.

Pedang itu menghilang kembali setelah menyelesaikan tugasnya untuk menyelamatkan tuannya.

Ana yang masih pusing berjalan keluar kamar storm.

Ana jatuh terduduk di depan kamar storm.

Aku masih belum menemukan obat penawarnya.
Bagaimana nasib yang terkena racun.

Racun hasrat ini juga susah di kendalikan..
Ana merasakan tubuhnya panas dan nafasnya semakin memburu.

"Hobimu yang suka menolong orang lain sungguh merepotkan aku"ucap seorang pria membantu ana berdiri.. Lalu menggendong tubuh ana.

My Imagination Love (2) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang