🌏6. Funeral after wedding

42 4 0
                                        

Setelah janji pernikahan yang di ucapkan Sky.

Sky memasangkan sebuah cincin di jari manis ana.
Ana melakukan yang sama.

Sky mendekatkan wajahnya pada ana.
Wah sepertinya dia mau mencium gue nih.
"Huatchi..."
Ana pura-pura bersin tepat di depan wajah Sky.
"Maaf.."ucap ana pura-pura menggosok hidungnya.

Sky menatap ana kesal lalu mengalihkan pandangan pada king roland.
"Saya pamit ayahanda"ucapnya sopan.

"Iya..hati-hati pangeran"jawab king roland menepuk bahu sky.

"Kita tunda malam pengantinnya"ucap sky berbisik pada ana.

Glek..
Ana menelan ludah.

"Freeze..jaga putri dan rawat lava"perintah sky.

"Baik pangeran"jawab freeze sedikit membungkuk.

Pernikahan baru saja selesai dan Sky langsung menghilang.

Dia melakukan teleport.

Ana hanya diam saja tadi saat pernikahan berlangsung.

Toh pernikahan ini nggak sah.
Gue kan bukan flower pikir ana.

Tamu sepertinya berbisik-bisik bukan karena sky yang langsung pergi tapi mereka bergosip soal queen grey dan storm yang melakukan kejahatan dan mendadak raib.

Ana meninggalkan aula..
Ana tidak peduli dengan para tamu.
Gue nggak kenal juga, ngapain lama-lama di sini pikir ana sambil menyelinap.

Ana memejamkan mata berteleport kembali ke kamar flower.
Ana mengganti gaun pengantinnya dengan kemeja dan celana panjangnya.
Ana membuka hiasan rambutnya lalu mengikat rambutnya ekor kuda.

Ana juga mengambil dan memakai tas ranselnya.

Saatnya pergi gumam ana.
Setelah memiliki purple stone ana merasa tubuhnya lebih kuat.
Ana pun lebih mudah melakukan teleport.

Ana memandang kamar flower.

Ana teringat lava.

Ana kembali memejamkan matanya dan menyebut nama lava.

Ana muncul di sebuah kamar.
Ada dua tempat tidur.
Mungkin yang satu milik freeze pikir ana.

Lava telungkup di tempat tidur.

Punggung lava yang tanpa pakaian penuh luka.
Ana menatapnya sedih, ana duduk di samping ranjang.

Freeze datang membawa obat.

"Putri"ucapnya terkejut melihat ana ada di kamarnya.

Freeze mulai mengoleskan pelan obatnya.

Ana diam memperhatikan.

Lava meringis pelan menahan sakit.

"Storm sangat keji, dia menaruh racun pada ujung cambuk, racunnya membuat lukanya sulit menutup"ujar freeze.
"Bagaimana ini.."freeze bingung.

Freeze mengoleskannya lagi.

"Aaaaaarrgh"Kali ini lava berteriak pelan kesakitan.

"Maaf lava..ini salah aku.."ucap Ana menyesal.

Ana menahan air matanya agar tidak jatuh.

Freeze tidak tega melihat teman masa kecilnya kesakitan.

Freeze berhenti mengoleskan obat.
"Percuma obat tidak membantu sama sekali"ucapnya kesal.

Apa yang harus gue lakukan untuk membantunya pikir ana.

Liontin batu ungu bersinar di balik kemeja yang di pakai ana.

My Imagination Love (2) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang