Moon kingdom.
King keith tampak berpikir, menimbang-nimbang apakah dirinya akan membantu pangeran lava, penerus shadow kingdom yang baru menggantikan king chaka yang sudah beratus tahun menguasai shadow kingdom.
"Baiklah aku akan membantu..aku akan mengirim rainbow army dan 50 pasukan terlatih tapi aku tidak akan ikut bertempur.. Aku tidak bisa membiarkan moon kingdom tanpa penjagaan"
King maroon tersenyum.
"Terima kasih.. Aku juga sudah menghubungi light meminta mengirim pasukan sun kingdom namun mereka butuh waktu untuk sampai di shadow kingdom karena harus menyeberangi lautan"
"Aku juga akan meminta bantuan king Roland..aku akan mengutus ana ke earth kingdom dan kurasa sky pasti akan ikut.. Semoga mereka juga mau membantu"
"Kau yakin, bukankah earth kingdom hanya di huni orang-orang biasa"ucap keith kumat sombongnya.
"Ada beberapa ksatria hebat yang berasal dari earth kingdom"Maroon teringat rain teman light.
"Lagipula semakin banyak yang membantu semakin bagus"
King keith menghela nafas.
Di lain tempat.
"Sky kenapa kau membawa aku ke kamarmu?" Ana melihat sekeliling kamar sky.
Sky nyengir..
Menjatuhkan dirinya ke tempat tidur..
"Waktunya istirahat, sudah malam"Ucapnya menepuk tempat tidurnya menyuruh ana ke sisinya.
Tapi ana terdiam.
Sky jadi bangun lagi
"Kenapa?"Tanyanya.
"Barusan pak tua mengirim pesan.. Dia minta aku ke earth kingdom meminta bantuan dari king roland"Ana yang baru saja dapat telepati dari king maroon memberitahu sky.
Sky nampak kecewa..
Menghembuskan nafas berat.
Sepertinya belum waktunya untuk beristirahat pikirnya.
"Kalau begitu ayo"Ucap sky.
Ana tersenyum.
"Kurasa aku akan pulang terlebih dahulu, berganti pakaian..Aku juga ingin mandi"Ucap ana.
Sky tersenyum merangkul ana.
"Kita ke tempatku yang di duniamu saja" Ajaknya.
Mereka berteleport.
Sky nyengir..
"Bagaimana kamu suka?"Tanyanya.
Ana takjub melihat gedung tinggi di depannya.
Sampai pegal kepala mendongak ke langit saking tingginya.
Kepalanya pusing.
Ana memang tidak terlalu suka ketinggian.
Ana menengok kiri kanan.
Sepi..
Sudah malam..
"Ini di luar negeri ya?"
"Iya"Jawab sky.
"Kamu tinggal di apartement ini, lantai berapa?"Tanya ana.
"Paling atas"Ucapnya mengajak ana berteleport langsung ke lantai atas.
(Liftnya nganggur guys hahaha)
Mereka berada di lantai paling atas..
"Wow tinggi sekali"Ana bergidik ngeri melihat pemandangan dari kaca jendela yang luar biasa tebal.
Penthouse ini mewah dan modern seperti yang biasa ana lihat di film atau drama korea kesukaannya.
Ana cuma bisa geleng-geleng kepala sambil berdecak kagum apalagi melihat mobil mewah yang terpakir rapi...
"Luar biasa"Ana mengacungkan kedua jempol tangannya pada sky.
"Nggak sia-sia kamu tinggal ratusan tahun di dunia aku"
"Tentu saja"Ucapnya nyengir.
"Tapi ini biasa saja, sama sekali tidak memuaskan"ujarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Imagination Love (2)
Ficção Geral(Sedang revisi) Ana menuju dimensi tempat liontin batu kristal biru berasal. Dimensi empat kerajaan. Petualangan baru ana di mulai lagi. Akankah kali ini ana jatuh cinta lagi, Ataukah harus merelakan cintanya lagi.. Jangan lupa follow dan ⭐nya Teri...
