Ah memalukan sekali..
Ana memakai gaun tidur yang di sediakan lily, berbaring di tempat tidurnya mengingat peristiwa tadi.
Bagaimana bisa ular hitam itu ada di keranjang, apa ini perbuatan si silverqueen ya atau si kurang ajar storm.
Walau perut gue udah kenyang tapi..
Gue nggak bakalan bisa tidur kalau bawaannya parno gini.
Ana menatap jubah sky yang sudah di cuci lily, entah bagaimana caranya tapi jubah itu sudah kering dan wangi.
Jubah itu terlipat rapi di kursi.
Ana bangkit dari tempat tidur berjalan menuju pintu..
membukanya pelan.
"Putri mau ke mana?"tanya lava yang rupanya menjaga di luar kamarnya sejak tadi.
"Kamu nggak tidur?"ana malah bertanya heran.
"Sebaiknya putri tidur"ucap lava.
"Jangan mencoba kabur lagi"
Ana menarik tangan lava.
menyuruhnya masuk ke kamar.
Lava terperanjat.
"Ada apa tuan putri..apa ada bahaya"ucapnya memeriksa sekeliling kamar.
"Nggak ada"jawab ana.
"Kalau begitu saya pamit keluar"ujar lava hendak keluar kamar.
Ana mencegahnya, menarik tangannya.
Ana menyuruh lava duduk di pinggir tempat tidur.
"Kenapa kamu dan sky bisa tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi?"tanya ana menatapnya dengan tatapan menginterogasi.
"Tadi saya mendengar teriakan putri..saya segera memberitahu pangeran"jawabnya.
"Mengapa kalian bisa datang begitu cepat?"tanya ana lagi.
"Telepati..semua keturunan ksatria moon kingdom bisa melakukannya"ucapnya.
"Bahkan yang mulia pangeran bisa teleport..karena itu pangeran bisa datang cepat menyelamatkan putri"Lava menjelaskan melihat ke arah ana yang berdiri di depannya dengan rambut panjang terurai mengenakan gaun tidur putihnya.
Lava mengalihkan pandangannya ke samping tapi ana malah duduk di sampingnya.
"Itu luar biasa sekali..apa lagi yang bisa sky lakukan?"tanya ana lagi penasaran.
Lava kaget langsung berdiri.
"Maaf tuan putri..ini sudah malam..saya jaga di luar saja"ucapnya salah tingkah.
Lava yang berjalan ke pintu gagal membuka pintu.
Lava berbalik badan.
"Pintunya terkunci"ucap lava yang terkejut melihat ana.
Ana sedang memegang kunci pintu kamar flower di tangannya.
ana lalu menjadikan kunci itu menjadi liontin kalungnya bersamaan dengan liontin birunya dan mengalungkannya kembali di lehernya.
"Kalau kamu mau menjaga aku..jaga dari dalam..duduk di kursi merah muda itu!"tunjuk ana.
"Percuma kamu jaga di luar..bagaimana kalau ada orang jahat yang memiliki naga sepertimu dan mencoba masuk lewat beranda"ucap ana isengnya kumat.
"Tapi tidak pantas bagi saya berada satu kamar dengan tuan putri"ucapnya memohon dengan pandangan matanya agar di bukakan pintu.(begini nih sikap cowok baik-baik harusnya hehehe)
Ana tidak memedulikannya.
Ana berbaring di tempat tidur milik flower.
"Selamat tidur"ucap ana memejamkan mata.
Lava bengong melihat kelakuan ana.
Lava menghela nafas duduk di kursi yang tadi di tunjuk ana..merebahkan punggungnya bersandar di kursi empuk itu.
Ana tersenyum melirik dan memperhatikan tingkah laku lava.
lava sudah mencari flower seharian lalu di suruh berdiri menjaga di luar pintu kamar..bukankah itu sungguh keterlaluan.
Sekuat apapun orang itu pasti bakalan lelah dan butuh istirahat batin ana.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Imagination Love (2)
قصص عامة(Sedang revisi) Ana menuju dimensi tempat liontin batu kristal biru berasal. Dimensi empat kerajaan. Petualangan baru ana di mulai lagi. Akankah kali ini ana jatuh cinta lagi, Ataukah harus merelakan cintanya lagi.. Jangan lupa follow dan ⭐nya Teri...
