Hari ini jadwalnya Sana dan Dahyun untuk berkeliling dikantor keluarga mereka dan kampus tempat mereka menuntut ilmu nantinya.
Pagi hari yang indah ini, Dahyun sudah berkutat dengan dapur, ya dia sedang memasak menu sarapan mereka.
Dahyun sebenarnya kalau sarapan hanya memakan toast bread dengan dioleskan blueberry jam. Tapi saat ini ada Sana, ia tidak tau kebiasaan orang Korea walaupun dirinya lahir di Korea alhasil Dahyun memasakkan omelet saja.
Sana yang baru saja bangun dari tidurnya langsung disambut oleh aroma omelet yang sangat menggiurkan.
Sanapun berjalan kearah ruang makan dan sudah disambut Dahyun yang sedang menata makanan.
"Good Morning Minatozaki" Sapa Dahyun
"Morning Kim" Balas Sana
" Ini aku masak omelet, maaf aku gabisa masak makanan Korea, nanti aku akan belajar" Ujar Dahyun
"It's Okay, apapun yang kamu masak pasti aku makan" Ujar Sana
"Sweet Talker, bagaimana jika aku memberimu racun? Kau mau meminumnya?" Tanya Dahyun
"Why not" Ujar Sana
"Ok mari sudahi topik tidak penting ini, sebenarnya aku menyuruh seseorang untuk mengantarkan kita tapi orang itu sedang sibuk jadi kita berdua saja ya" Ujar Dahyun
"Who? Nugu?" Tanya Sana
"My boyfriend" Singkat Dahyun
Sana yang sedang asik memakan makanannya langsung tersedak mendengarnya. Dahyun dengan sigap memberikan segelas susu pada Sana.
Jangan-jangan dia masih berpacaran dengan Hanbin? Benar juga setelah Dahyun pergi meninggalkannya, Hanbin tidak pernah terlihat lagi.
"Your boyfriend?! Hanbin? Kim Hanbin?" Tanya Sana
"Ya, darimana kamu tau?" Tanya Dahyun heran
"Kamu ingat Hanbin kenapa ga ingat aku?!" Marah Sana
Dahyun hanya memasang wajah bingungnya. Ia tidak tau berbicara apa apalagi wajah Sana terlihat memerah karena emosinya yang menaik.
Dahyun salah apa sih? Dia kan hanya mengatakan kenyataan bukan kebohongan
"Cause.... he is boyfriend" Jawab Dahyun polos
Ingin rasanya Sana mencubit pipi Dahyun sampai bengkak, Dahyun tidak mengerti kalau Sana itu sedang cemburu.
Aishh kenapa hubungan mereka bisa se-awet ini sih? Kenapa ga kandas saja seperti hubunganku dengan Mark. Aishh kenapa mengingat pria brengsek itu, pikir Sana
"Berhenti mengatakan kata Boyfriend kupingku panas mendengarnya" Kesal Sana
"Eh? Kenapa? Kamu tidak punya pacar ya" Goda Dahyun
"Yakkk!" Marah Sana
Dahyunpun tertawa melihat wajah Sana yang sedang memancarkan amarah itu. Astaga wajah Sana jika marah masih terlihat lucu, malah jatuhnya seperti bayi yang sedang mengamuk.
Dahyunpun menyudahi sarapannya dan bergegas membersihkan piring dan peralatan makan lainnya yang ia pakai.
Setelah selesai membersihkannya, Dahyun menyuruh Sana untuk segera bersiap karena mereka akan pergi ke kantor sebentar lagi.
Kini Sana dan Dahyun sudah berada didepan kantor mereka. Dahyun menyuruh supirnya untuk berhenti didepan lobby kantor saja.
Dahyun turun dari mobil diikuti oleh Sana dibelakangnya. Sekedar informasi Dahyun sudah setahun lebih memegang perusahaan ini, awalnya ia stress maka dari itu saat ia mendengar anak dari Mrs.Minatozaki akan membantunya Dahyun langsung bersorak gembira.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sacrifice [√]
RomanceSana dan Dahyun bersahabat dari kecil. Tapi kesialan menimpa Sana, Sana harus menerima bahwa dirinya dinyatakan Leukimia. Sana bersyukur dengan adanya Dahyun ia bisa melupakan penyakitnya itu. Mereka berdua selalu bersama, mereka sudah merasa nyaman...
![Sacrifice [√]](https://img.wattpad.com/cover/244796184-64-k41818.jpg)