"Jangan suka sama gue, Ra. Pergi, lupain gue."-Mahesa.
"Sekali aja, gue mau jadi apa yang Esa harapkan. Gue mau jadi dunianya Esa."-Mutiara.
******
Tidak semua cinta bisa digenggam.
Ada cinta yang hanya bisa dipendam dalam diam.
Dan kisah ini akan m...
Aku tahu sebera tulusnya kamu, untuk itu, bagiku, kamu adalah bunga matahari.
---
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
saat di mana bunga sakura berguguran adalah kali pertamaku melihatmu kala itu perasaan aneh dan kegembiraan bercampur aduk aku akan mengatakannya sekarang dulunya aku merasa takut dulunya aku pikir itu adalah saat terakhir bagiku
kamu menguatkanku di masa-masa sulit kamu memberiku kegembiraan di hari-hari yang buruk aku masih mengingat tatapan itu dan aku akan selalu menyimpannya di dalam dadaku, selamanya
aku berjanji tidak akan lupa kamu adalah orang yang memberiku kehidupan baru I promise you I promise you aku akan melakukannya dengan lebih baik
aku berjanji padamu tak akan melupakannya saat kamu menjadi cahayaku kala itu I promise you I promise you di musim semi yang cerah aku berjanji
aku selalu berharap bahwa semua orang berada di sampingku meski seluruh dunia mengelabuiku aku hanya akan percaya padamu seperti bunga yang tidak dapat mekar hari di mana aku merasa hendak menyerah kamu adalah satu-satunya yang mendukungku kamulah yang menguatkanku ketika aku merasa begitu lemah
setiap hari terasa sangat berharga setiap hari terasa seperti sebuah anugerah setiap hari akan selalu aku ingat amat cantik seperti bulan yang bersembunyi di balik matahari kamu bersinar lebih terang dari apa pun, selamanya
Now Playing | I Promise You-Wanna One
---
Ketukan kecil di pintu kamarnya membuat Esa terbangun. Lalu muncul sang mama dari balik pintu. Kemarin, orang tuanya sudah membawa Esa pulang, itu juga karena dia memaksa, sebab merasa sangat bosan dengan suasana rumah sakit.
"Ada temen kamu di bawah, mau kamu yang turun apa disuruh naik aja?" tanya Mama.
"Suruh naik aja, Ma, aku ngantuk," jawab Esa seadanya. Berpikir hanya rombongan Juno yang datang dan akan membuat keributan, makanya Esa tidak beranjak sama sekali. Bahkan cowok itu cuma memakai kaos hitam serta celana training, untungnya sudah mandi siang tadi, karena kegerahan habis minum obat.
Juno yang pertama masuk, meletakkan buah-buahan dan beberapa roti di nakas sebelah ranjang. Disusul Abun, lalu Hani yang membuat Esa terbelalak kaget.
"Untung nggak mati lu," itu kata Juno saat melihat kondisi Esa pertama kali. Sedangkan Abun bersiap menerjang Esa kalau saja dia tidak sadar ada Hani di sini. Esa sudah panik sendiri, bukan cuma karena ada Hani dan hampir diterjang Abun, tapi kedatangan seseorang dari balik pintu membuatnya melotot kaget.