"Jangan suka sama gue, Ra. Pergi, lupain gue."-Mahesa.
"Sekali aja, gue mau jadi apa yang Esa harapkan. Gue mau jadi dunianya Esa."-Mutiara.
******
Tidak semua cinta bisa digenggam.
Ada cinta yang hanya bisa dipendam dalam diam.
Dan kisah ini akan m...
Aku mulai penasaran, dari sekian banyak bunga, kenapa harus krisan kuning?
---
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bintang-bintang di langit malam menjadi terang Nyanyianburung kecil dimulai. Aku menari denganmu untuk melodi. Selamanya kita bersama
Masa-masa indah Kenangan kita Dari satu hingga sepuluh Kita semua bersama.
Aku ingat Hari kami bertemu Terlihat sangat dingin. Karena aku bersamamu Musim dingin atau tunas beku tumbuh
Sangat menyukaimu Jangan lepaskan ini. Aku bisa memegang tangan dan mimpiku yang hangat Aku sangat menyukaimu Aku sangat menyukaimu Bersinar cerah bersamamu Aku punya mimpi besok
Aku pikir, aku sangat menyukaimu Ini mengingatkan kita pada hari itu. Aku tumbuh lebih dari kemarin Mimpi kita menyentuh langit Kamu dan aku menuju mimpi yang bersinar Satu langkah lebih maju, satu langkah lagi
Sangat menyukaimu, aku akan memegang tanganmu erat-erat Aku tidak akan membiarkan ini pergi. Pegang tanganmu yang hangat Lihatlah langit. Aku sangat menyukaimu Aku sangat menyukaimu Jika kita bersama, Aku selalu bisa bersinar selamanya Denganmu
Now Playing|Really Like You-I*Zone ---
"Kak Mut, ada temennya di depan!" seru Kenzo dari ruang tamu. Remaja berusia 15 tahun itu baru pulang sholat maghrib dari masjid.
Tiara yang sedang merapikan kamar, langsung berlari keluar, menemui tamu, yang menurut Kenzo itu adalah temannya.
Saat membuka pintu rumah, Tiara dihadiahi wajah lelah dua orang yang sedang berdiri di depan pintu. Keduanya masih memakai seragam sekolah yang sudah tidak beraturan.
Dopi dan Abun.
"Lah? Ngapain pulangnya ke rumah gue?" tanya Tiara heran.
"Duh, Ra, tolong ya kalo ada tamu tuh disambut, disiapin minum, makan, atau apalah gitu," ujar Dopi gemas sendiri. Sedangkan Abun tidak memperdulikan apapun lagi, langsung masuk saja, lalu berbaring di sofa, seolah itu adalah rumahnya sendiri.
Tiara berdecak sebal, "bukannya gitu, tapi gue heran aja, ngapain pulang-pulang ke rumah gue?" tanyanya bingung. "Belum pada mandi lagi, udah maghrib gini," lanjutnya penuh kekesalan.