"Jangan suka sama gue, Ra. Pergi, lupain gue."-Mahesa.
"Sekali aja, gue mau jadi apa yang Esa harapkan. Gue mau jadi dunianya Esa."-Mutiara.
******
Tidak semua cinta bisa digenggam.
Ada cinta yang hanya bisa dipendam dalam diam.
Dan kisah ini akan m...
Aku ingin semua berjalan seperti sedia kala, saat aku dan kamu masih berjalan beriringan, sedekatnadi dan sehangat matahari.
———
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah jam 12, hari berikutnya Apakah agak jauh? Ya tahan nafasmu Saat kamu melepaskan respirator Bisakah aku bertahan oh sayang
Aku ingin bertanya langit itu Apa artinya mencintaimu? Kamu adalah satu-satunya di duniaku Aku merasa seperti tersesat Bagiku, apa-apaan ini
Mengapa mengapa mengapa Kenapa aku tidak bisa tanpamu Kenapa sih kenapa sih? katakan saja padaku atau tidak Kenapa kita tidak bisa?
Tidak bisakah kau tetap di sisiku tetap bersamaku Jika kamu lupa dan diam-diam menunggumu Seperti takdir Bisakah kita bertemu lagi Bahkan jika aku melihat ke atas, jawab aku Bahkan jika itu salah, jawab aku, jawab aku
Mengapa mengapa mengapa Kenapa aku tidak bisa tanpamu Kenapa sih kenapa sih? katakan saja padaku atau tidak Kenapa kita tidak bisa?
Now Playing | Wayo—Bang Yedam (Treasure)
———
Tiara meringis pelan memperhatikan wajah Yuda yang babak belur. Tangan kanannya memegang kapas yang sudah ditetesi alkohol, untuk membersihkan luka-luka yang ada di wajah pemuda itu.
"Sebenernya ini kenapa?" tanya Tiara heran.
Yuda menoleh, lalu menaikkan sebelah alis, "ini luka, Ra, kalo mau tau," jawabnya disertai kekehan pelan.
Mendengar candaan itu, Tiara malah jadi mengesah pelan, "serius, Kak, kenapa bisa sampe babak belur gini?" tekannya.
"Dikeroyok," jawab Yuda pelan.
"Dikeroyok siapa?" tanya Tiara lagi.
"Anak kampus depan," jawab Yuda jujur.
Tiara membelalakkan matanya ketika mendengar jawaban dari Yuda, "kenapa bisa?" tanyanya heboh.
"Bisalah, mereka punya tangan buat nonjok, kaki buat nendang, jadinya babak belur," jawab Yuda ringan tanpa beban, seolah apa yang terjadi kepadanya bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Berbeda dengan Tiara yang menanggapinya dengan serius. Bukan apa-apa, melihat wajah Yuda yang penuh luka seperti ini membuatnya merasa kasihan. Pasti lukanya sakit. Pasti Yuda tidak nyaman. Tiara dan rasa empatinya yang sangat besar.