"Jangan suka sama gue, Ra. Pergi, lupain gue."-Mahesa.
"Sekali aja, gue mau jadi apa yang Esa harapkan. Gue mau jadi dunianya Esa."-Mutiara.
******
Tidak semua cinta bisa digenggam.
Ada cinta yang hanya bisa dipendam dalam diam.
Dan kisah ini akan m...
"Nggak salah kan, kalo gue tetep mempertahankan perasaan gue, terlepas dia mau membalasnya atau nggak?" —Mutiara Wijaya
---
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
A night of walking with you We’re fill up our empty silences With small conversations You are so bright More than those stars You are growing so clear
Every night is like a fairy tale Tonight is also a gift Oh, I will, oh I will Match my steps with yours
When the white starlight blooms, I’ll hold your hand And endlessly fly The hours of the night are drenched with the yellow moonlight I’ll remember it for a long time
Alright look at the stars They’re shining for you Everything is so beautiful Just like when you walked over to me You’re shining so bright
When the white starlight blooms, I’ll hold your hand And endlessly fly The hours of the night are drenched with the yellow moonlight I’ll remember it for a long time
Now Playing| Star Blossom—Doyoung Nctfr. Sejeong Gugudan
---
"Kak Esa, itu Kak Tiara bukan sih?" tanya April sambil menunjuk dua orang yang sedang makan asinan di salah satu stand kuliner tradisional.
Esa mengamati dengan teliti, dia tahu jelas siapa gadis di ujung sana, dari gestur tubuhnya saja dia tahu kalau itu Tiara. Tapi, yang membuat Esa penasaran adalah laki-laki yang bersama gadis itu.
Apa orang itu Sayuda?
"Loh itu bukannya Kak Sayuda, ya? Dulu anggota tim basket sekolah, kan?" tanya April, lebih tepatnya menduga-duga.
Esa mengangguk. Setelah diperhatikan, memang benar kalau laki-laki yang sekarang sedang bersama Tiara itu adalah Sayuda. Sepupu Juno yang juga lumayan dekat dengannya dan Malvin.
Jadi benar kalau Tiara mau membantu Yuda? Tapi kenapa harus di acara seperti ini? Kenapa cuma berdua? Kenapa juga harus Tiara?
Dan kenapa Esa harus memusingkan hal ini? Ada apa dengan dirinya?
April mengernyitkan kening, "Kak Esa kenapa?" tanyanya karena bingung melihat wajah datar Esa yang kelihatan tidak bersahabat.
Esa terlihat gelagapan, tersenyum tipis ke arah April, berusaha menguasai diri, "nggak papa kok, Pril," jawabnya singkat.
"Kak Esa cemburu?"
Pemuda jangkung itu membelalakkan matanya, "cemburu?" tanyanya pura-pura tidak tahu.