"Jangan suka sama gue, Ra. Pergi, lupain gue."-Mahesa.
"Sekali aja, gue mau jadi apa yang Esa harapkan. Gue mau jadi dunianya Esa."-Mutiara.
******
Tidak semua cinta bisa digenggam.
Ada cinta yang hanya bisa dipendam dalam diam.
Dan kisah ini akan m...
"Kenapa lo bersikap seegois ini, Sa? Lo bebas mencintai April, meski dia nggak balas perasaan lo. Tapi kenapa gue nggak bisa melakukan hal yang sama?"—Mutiara Wijaya.
———
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku melewati musim yang berlalu ini Karena aku tahu suatu saat kau akan pergi menjauh Akumendorongmu dengan lebih keras lagi Bahkan hatiku terasa begitu sakit seolah kan menggila
Apakah kau mendengarnya? Semua kisahku ini Ketulusanterdalamku kepada dirimu Setiap hari dalam kerinduanku, aku mencoba tuk memanggilmu, NamunHati yang tak bisa ku raih itu, sepertinya sekarang akupunmengetahuinya
Di hari saat aku menangis tanpa alasan yang jelas Aku kembali mencarimu lagi, seperti ini Aku mohon ingatlah semua tentangku dan saat itu Karna semakin aku menghapusnya, itu malah semakin jelas adanya Aku tahu ini sungguh menyakitkan hati, namun aku harus merelakanmu Aku mohon ingatlah aku, aku hanya mencintaimu seorang
Now Playing| Remember Me—Gummy ost. Hotel Del Luna
Seseorang mendorong pintu toilet dengan paksa, terlihat buru-buru masuk ke dalam sana.
Gadis itu, Sonya, mulai menatap pantulan dirinya dalam cermin yang tampak berantakan. Tangannya bergetar memegang kertas yang bertuliskan 75 dengan tinta merah di kotak nilai. Melihat itu, tubuhnya bergetar hebat karena tangis yang tiba-tiba pecah.
Sonya menangis.
Tangisannya semakin menjadi. Sonya meremat kuat-kuat kertas ulangan kimia mingguan yang baru saja dibagikan Bu Rida, kertas bertuliskan 75 yang sangat mempermalukan dirinya.
Bukan cuma nilai kimianya yang menurun drastis, tapi nilai di beberapa mata pelajaran juga mengalami hal yang sama. Sonya tidak mengerti kenapa dia bisa sebodoh ini.
Masalah sialan itu membuatnya tidak fokus dan berakhir seperti ini.
Lutut Sonya melemas, memaksanya untuk terduduk di lantai toilet yang dingin.
"Aku nggak bisa bahagian mama ...," lirih Sonya sebelum pandangannya buram dan perlahan gelap.
———
Perpustakaan sedang sepi di jam istirahat kedua, biasanya tempat yang harusnya digunakan untuk membaca buku ini ramai didatangi murid-murid Taruna Negara karena kecepatan internet di wifi perpus lumayan kencang. Tapi, pengecualian untuk hari ini sepertinya.