"Jangan suka sama gue, Ra. Pergi, lupain gue."-Mahesa.
"Sekali aja, gue mau jadi apa yang Esa harapkan. Gue mau jadi dunianya Esa."-Mutiara.
******
Tidak semua cinta bisa digenggam.
Ada cinta yang hanya bisa dipendam dalam diam.
Dan kisah ini akan m...
Yang diam bukan berarti tak perduli. Dia hanya tak ingin banyak orang tahu betapa besar rasa khawatir yang dimilikinya.
——
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari yang lain Jangan katakan sesuatu yang menyedihkan Begitu jauh Jangan katakan apapun Seperti itulah cinta Itu begitu sulit bagiku Seperti itulah hati ini Itu hanya mencarimu
Dalam angin nan dingin Aku merasakanmu Aku menutup ke dua mataku dan teringat dirimu Kenangan yang indah itu Aku akan menjaganya Terkadang aku akan mencoba meluapkannya Meskipun terasa begitu menyetap tak bisa melihatmu Bahkan hari ini, seperti ini Saat aku ingin melihatmu, apa yang harus ku lakukan?
Now Playing| Another Day—Monday Kiz ft. Punch
---
"Ngapain sih anjir pake segala jemput ke kelas gue?" tanya Dopi, gemas sendiri melihat Jia yang sedang membuka gembok pintu ruang jurnalistik.
Jia mendengus keras, "dijemput salah, nggak dijemput ngomel-ngomel, maunya apa deh, Ibu Peri?" tanyanya heran.
Dopi mendelik, "prince ini, bukan ibu peri," sahutnya tak terima.
Jia mencibir, kemudian memasuki ruang jurnalistik diikuti Dopi. "Lebih mirip ibu tiri," celetuknya asal.
"Medusa sirik aja," balas Dopi tak mau kalah.
"MEDUSA APA SIH, ANJIR!? LO NGGAK TAU GUE UDAH CATOKAN, MASIH AJA LO KATA MIRIP MEDUSA!"
Dopi kicep, hampir melempar mic ke muka Jia karena gadis itu tiba-tiba teriak sampai meledak begitu. Kaget. Pertama kali seorang Jia ketahuan meledak padahal cuma disenggol pakai candaan Medusa.
"Aih, santuy Ji, santuy," kata Dopi menenangkan, soalnya takut kena imbas dari kemarahan Jia. Kan serem.
Jia mengelus dadanya, berusaha menetralkan emosi yang selalu saja meledak setiap bahas rambut. Kadang dia heran, memangnya ada yang salah apa ya sama rambutnya ini, kenapa banyak banget orang yang menjadikan itu candaan. Padahal cuma karena sebuah kejadian dimana, Kezia Syalomita tidak sisiran satu kali pas pertemuan pertama ekskul jurnalistik, tapi rentetan candaannya masih aja kekal sampai sekarang. Jia jadi kayak punya meme sendiri, tentang rambut medusanya.