"Jangan suka sama gue, Ra. Pergi, lupain gue."-Mahesa.
"Sekali aja, gue mau jadi apa yang Esa harapkan. Gue mau jadi dunianya Esa."-Mutiara.
******
Tidak semua cinta bisa digenggam.
Ada cinta yang hanya bisa dipendam dalam diam.
Dan kisah ini akan m...
Saat kamu tidak menolongku dan lebih memilih bersikap acuh, membuat hati ini merasa sedih, karena sesuatu yang aku harapkan tak terjadi.
---
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bahkan jika kamu tidak mengatakan apa-apa Ketika aku melihat matamu Aku bisa merasakan hatimu yang sakit Suaramu yang sangat terkunci Senyum dangkalmu Tunjukkanpadaku berapa lama harimu Aku tahu kamu sedang tersenyum Karena kamu tidak ingin aku tahu betapa lelahnya dirimu
Aku selalu disini Seperti matahari terbenamungu yang selalu datang Bahkan jika pelukanku kecil, aku akan memelukmu Setiap kali Anda tidak di sini Saya merasakan tempat kosong Anda
Kekosonganmeningkat Suara hujan semakin keras Tetapi bahkan ketika angin kencang berhembus
Kamu menjadi keteduhanku Aku tahu kamu sedang tersenyum Karena kamu tidak ingin menunjukkan rasa sakit
Aku selalu disini Seperti matahari terbenamungu yang selalu datang Bahkan jika pelukanku kecil, aku akan memelukmu Halo, aku akan memelukmu Beristirahat dengan nyaman
Now Playing | Sunset-DavichiOst. Crash Landing On You
---
Jam pelajaran berakhir begitu saja, penghuni kelas 11 IPA 1 segera membereskan alat tulis bersiap untuk pulang.
Esa melirik kursi Tiara yang kosong sejak dua jam terakhir. Gadis itu bolos untuk pertama kalinya. Jujur, Esa sangat khawatir, tapi sesuatu hal membuatnya harus tetap diam.
"Sa, Tiara kemana kok bolos pelajaran? Tumben," Malvin menghampiri Esa, melempar tatapan penuh tanya.
Pertanyaan dari Malvin membuat Esa terdiam, hanya melirik dua sahabatnya tanpa berniat menjawab.
"Kok diem? Lo nggak tau juga?" tanya Juno yang mulai penasaran.
Esa melihat Malvin dan Juno secara bergantian, "kalian nggak liat blog sekolah?" ujarnya balik bertanya.
"Ya mana sempet sih, gue aja abis latihan langsung masuk kelas," jawab Malvin tanpa beban.
Juno menoyor kepala Malvin dengan gemas, membuat pemuda paling tinggi di antara mereka itu hampir kelepasan mengumpat, "sok sibuk lo, Malih!"