"Jangan suka sama gue, Ra. Pergi, lupain gue."-Mahesa.
"Sekali aja, gue mau jadi apa yang Esa harapkan. Gue mau jadi dunianya Esa."-Mutiara.
******
Tidak semua cinta bisa digenggam.
Ada cinta yang hanya bisa dipendam dalam diam.
Dan kisah ini akan m...
Rasa sakit yang aku rasakan saat ini membuatku sadar, betapa jahat dan kejamnya diabaikan tanpa tahu alasan.
———
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
I will always remember The day you kissed my lips Light as a feather And it went just like this No, it's never been better Than the summer Of 2002
Dancing on the hood in the middle of the woods On an old Mustang, where we sang Songs with all our childhood friends And it went like this, say
Oops, I got 99 problems singing bye, bye, bye If you wanna go and take a ride with me Better hit me, baby, one more time Paint a picture for you and me On the days when we were young Singing at the top of both our lungs
Ooh ooh Ooh ooh Ooh ooh 2002
Now Playing|2002—Lee Eunsang Cover ———
Kamis ini SMA Taruna Negara sudah sangat heboh, karena perwakilan sekolah mereka akan mengikuti NSDC dan LDBI tingkat kota. Memang baru tingkat kota, tapi semangat murid dan guru Taruna Negara dalam mendukung tim NSDC dan LDBI tetap membara.
Ada Dodo, dari kelas 10 IPA 2 yang mengambil alih first speaker, bertugas membuka mosi dan memberikan gambaran secara garis besar tentang mosi. Lalu, Esa, 11 IPA 1, sebagai second speaker yang juga merupakan salah satu alumni debatters nasional, tugasnya menjabarkan mosi ke dalam bagian yang lebih terperinci. Terakhir ada Joylana, perwakilan dari 11 IPS 2 sebagai third speaker yang bertugas menyimpulkan hasil debat.
Taruna Negara memang dikenal dengan eksistensinya di prestasi akademik juga non-akademik. Bukannya cuma tingkat kota, sampai tingkat nasional pun sudah banyak perwakilan dari sekolah mereka. Maka dari itu, wajar kalau murid Taruna Negara mendapat porsi besar dalam penerimaan di universitas jalur SNMPTN. Pokoknya, di setiap perlombaan, Taruna Negara pasti jadi musuh paling berat bagi sekolah lawan. Pasalnya, sudah taraf nasional.
Meski terkadang, sekolah ini sampai jarang mengadakan kegiatan osis di sekolah, karena terlalu memfokuskan kepada bimbingan akademik. Tapi tahun ini dirasa beda, karena meskipun tidak ada perubahan kerasnya pembinaan siswa, program osis tetap berjalan dengan meriah.
Murid-murid Taruna Negara baru saja selesai upacara pelepasan perwakilan sekolah. Meski cuma bertanding di sekolah belakang yaitu, SMA Nusantara, tapi tetap saja adat dan kebiasaan baik seperti pelepasan dan doa bersama ini tetap dilaksanakan, demi mendapat hasil yang memuaskan.
Bukan cuma upacara, tidak jarang perwakilan lomba dari sekolah mendapat perlakuan khusus, berupa bunga yang diberikan murid satu sekolah sebagai bentuk apresiasi. Seperti saat ini, osis menyuruh setiap siswa memberikan bunga kepada peserta debat yang akan berlomba, sebagai bentuk apresiasi dan semangat.