"Jangan suka sama gue, Ra. Pergi, lupain gue."-Mahesa.
"Sekali aja, gue mau jadi apa yang Esa harapkan. Gue mau jadi dunianya Esa."-Mutiara.
******
Tidak semua cinta bisa digenggam.
Ada cinta yang hanya bisa dipendam dalam diam.
Dan kisah ini akan m...
"Semuanya masih bias, perasaanku masih belum jelas. Tapi detik ini, rasanya, aku mulai mengharapkanmu."—Mahesa Adhari
---
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tidak seperti biasanya Kadang berhari-hari Seperi ingatanmu Kau datang melalui celah
Lupakan sepanjang hari Terkadang hari yang terbit Seperti ingatan kita Diam diam kamu tertarik
Jika kamu lupa Ingatanmu memudar Aku memikirkanmu lagi, kadang-kadang Diam-diam kamu datang kepadaku
Jika kamu lupa Memorimu jadi lebih jelas Jadi kamu datang temui aku Seperti hari terakhir di bulan februari
Di atas kertas putih Namamu tiga huruf Jika kamu menuliskannya sebagai orang asing Hari ini diisi denganmu
Kamu bukan siapa-siapa Hari yang tiba-tiba menjadi segalanya bagiku Tiba-tiba datang ke pikiranku dan mengacaukannya Kamu menghilang lagi tanpa jawaban
Jika kamu lupa Di akhir musim ini Aku menambahkan satu hari lagi untuk saat ini Aku melihamu lupa
Di awal musim dingin dan di akhir musim dingin
Now Playing| February 29th—As One ---
Bersama Sonya, Tiara berjalan santai di koridor kelas 11, sambil sesekali membalas sapaan teman satu angkatannya. Semenjak hari ini, tidak ada lagi orang yang menatapnya sinis ataupun melakukan hal-hal aneh pada Tiara. Intinya, Tiara tidak lagi jadi korban perundungan, berkat sebuah artikel di blog sekolah yang menjelaskan tentang apa yang sebenernya terjadi, bahwa dirinya tak melakukan hal sejahat itu.
Tiara berterimakasih pada Jia dan Dopi yang mau membantu membersihkan namanya.
Perlahan semuanya membaik.
Meski begitu, Tiara juga meminta Jia untuk tidak menuliskan kalau Sonya yang melakukannya. Di blog sekolah, hanya tertulis kalau ternyata berita plagiarisme itu cuma kesalahpahaman saja, cerita Tiara memiliki sedikit kemiripan dengan cerita milik Sonya. Tiara sama sekali tidak berniat menjatuhkan orang lain, apalagi Sonya adalah sahabatnya.
"Lo terlalu baik, Ra. Banyak orang yang menganggap lo sebelah mata karena sikap baik lo ini," ujar Sonya di sela-sela perjalanan mereka menuju kelas, "kayak gue misalnya," lanjutnya lirih.