18 | TAK LAGI SAMA.

865 73 263
                                        

Pertemuan singkat ini hanya mampu menciptakan kedekatan sementara. Dan kini kembali pada cerita kita masing-masing yang sempat terjeda.
~XYLONA ARANESSYA~



-Happy Reading-

ARA tertawa pelan ketika mendengarkan Caca yang sedang menceritakan masa kecilnya. Gadis itu memegangi perutnya yang terasa sakit sekaligus geli karena saking lamanya tertawa. Apalagi waktu mendengar suara tawa Caca yang membuat Ara semakin tertawa keras.

"Sstt udah," ujar Samudra seraya menatap mereka sebal. Bagaimana tidak? Yang menjadi topik ceritanya itu masa kecilnya Samudra, bukan masa kecilnya Caca atau siapapun. 

"Nangis lama langsung ngompol? Hahaha." Tawa Ara meledak berkali-kali. Wajah gadis itu terlihat sangat merah. Samudra berdecak sebal. "Berisik Ara!"

"Ah haha iya Kak, maap maap, haha."

"Terus, waktu aku, Galang sama Samudra udah mulai SMP, mereka udah banyak berubah. Waktu itu Galang sama Samudra tuh deket banget lohh Ra. Apalagi waktu mau berangkat sekolah pasti pada rebutan," jelas Caca lalu terkekeh kemudian.

"Rebutan apa?"

"Itu lohh mereka pengen berangkat sekolah sama aku. Cuma harus pakai motor mereka masing-masing. Di suruh pake mobil malah nggak mau. Masa aku harus di bagi 2 dulu?"

Ara tertawa pelan. Hari ini humornya benar-benar anjlok. "Terus gimana tuh?"

"Jadi mereka langsung kasih kesepakatan, kalau berangkat aku bareng Samudra terus waktu pulang aku bareng Galang."

"Gemesih banget sihh," kekeh Ara seraya menatap Samudra yang masih merasa jengkel.

"Tapi, semenjak hari kelulusan semuanya langsung berubah. Galang sama Samudra suka sering berantem. Di situ aku langsung tau kalau alasannya cuma karena pe—"

Ucapan Caca terpotong saat Samudra menatapnya tajam. Bukan! Bukan karena tatapan tajam Samudra melainkan ada Galang yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

"Kak Galang?"

Galang menoleh. Menatap Ara. "Eh ketemu lagi."

"Iya, Kak."

Samudra mengernyitkan dahinya. Apa mereka sudah saling kenal? Samudra mengingat kejadian waktu dikantor polisi kemarin, seingat dia, Ara dan Galang belum pernah saling berkenalan, hanya saling berbicara dan itupun membahas masalah Naufal dan Justin. 

"Lu ke sini sama siapa?"

"Naik taksi, Kak."

Galang memangut-mangutkan kepalanya. "Padahal lu bisa telpon gue, Ra. Btw nomor gue udah di save back kan?"

Ara mengangguk. "Udah kok."

"Ah—"

"Kalian udah saling kenal?"

"Udah, Ca. Gue gak sengaja ketemu sama dia di depan bioskop."

"Kamu suka ke bioskop ya, Ra?" Ara menggeleng pelan. "Nggak terlalu. Paling gue pergi kalau ada yang ngajakin."

MAGNET [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang