03 | BERTEMU.

696 128 480
                                    

Entah kebetulan atau memang takdir
kita selalu dipertemukan ditempat yang sama.

~XYLONA ARANESSYA~

Mata lo yang membuat gue tidak bisa
mengalihkan pandangan gue terhadap lo.

~SAMUDRA BAGASKARA~

-Happy Reading-

RUANGAN yang serba putih dimana seorang gadis cantik terbaring lemah di atas ranjangnya. Mata yang selalu ditunggu-tunggu oleh Samudra itu tak kunjung terbuka. Samudra menggenggam tangan gadis itu lalu mengusapnya perlahan.

"Ca, cepet bangun...," lirih Samudra, ia menatap sendu gadis dihadapannya itu.

"Kamu tau gak sih, Ca? Aku kangen banget. Kamu tidur udah lama banget lohhh."

"Kamu gak kangen sama aku, Ca? Kamu gak mau bangun juga? Mau sampe kapan kamu tidur terus, Caa? Udah 2 tahun loh kamu tidur." Samudra menghembuskan napasnya, ia tidak tahu kapan gadisnya itu akan bangun, yang jelas ia sangat merindukan gadisnya itu.

Caca. Panggilan khusus untuk sahabat perempuannya Samudra. Mereka sudah kenal sejak lama, sedari kecil Samudra dan Caca sering menghabiskan waktu bermain bersama. Pria itu sangat merindukan semuanya dari gadis itu. Tawanya, suaranya, tatapan matanya yang selalu membuat hati Samudra bergemuruh hebat.

Samudra mengambil buket bunga yang ia beli tadi. "Ca, nih aku bawain bunga buat kamu."

"Aku mau cerita boleh?" Samudra tersenyum otaknya kembali teringat pada seorang gadis yang tadi sempat ia antarkan kerumahnya.

"Aku ketemu sama cewek yang matanya mirip kamu loh, Ca."

"Dia Ara, namanya lucu kan? Orangnya juga sama Ca, lucu banget, cantik juga." Samudra terus saja menceritakan semuanya apa yang ia tahu tentang Ara. Senyumnya itu tak pudar sama sekali. Entah kenapa, menurutnya ini sangatlah aneh.

Drrt. Drrt.

Suara dering telpon berbunyi membuat Samudra berhenti bercerita. Ia mengambil ponselnya itu dan melihat bahwa Alex menelponnya.

"Halo ada apa?"

"Anu, Sam, ituu."

"Anu anu, apaan sih?"

"Galang, Sam. Mereka nyerang markas kita. Anak-anak lainnya sekarang lagi siap-siap nyerang balik," jelas Alex membuat emosi Samudra naik seketika.

"Kenapa? anak lain ada yang buat masalah sama mereka?"

"Gak ada, Sam, mana mungkin. Cepet Sam ke sini, gue, Rafi sama yang lainnya otw ke sana."

"Otw," balas Samudra, ia langsung mematikan ponselnya dan berdiri.

"Ca, aku pulang dulu, ya. Kalau punya free time lagi, aku pasti datang lagi, ok?"

Dengan tergesa-gesa, Samudra langsung keluar dari rumah sakit dan mengendarai motornya dengan cepat.

»» ««

Tempat markas yang awalnya rapi terawat sekarang berantakan, pecahan kaca dimana-mana karna ulah geng Eagle yang menyerang markas geng The Dragon secara tiba-tiba.

"Kita datang nih, mana sambutannya, huh?" ujar Galang Dirgantara, Ketua dari geng Eagle. Karena, yang menyerang geng The Dragon tadi hanya pasukannya saja.

Rizky membuang rokok yang ia pegang, lalu tersenyum sinis ke arah mereka. "Mana ketua lu lu pada? Masih hidup?"

"Atau udah mati? Ups!" sambung Naufal, anggota sekaligus sahabat dari Galang.

MAGNET [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang